Ekspansi Toko Dipercepat, Simak Rekomendasi Saham Mitra Adiperkasa (MAPI)



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ekspansi toko pada semester II – 2026 diproyeksi menjadi katalis pendorong kinerja PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) ke depan. Namun tantangan daya beli diperkirakan membatasi pertumbuhan kinerja tersebut. 

Analis OCBC Sekuritas, Jessica Leonardy mencermati bahwa panduan belanja modal MAPI tahun 2026 sebesar Rp 2 triliun, yang terutama dialokasikan untuk ekspansi toko baru. Selain memperkuat kehadirannya di daerah perkotaan utama, PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) juga tetap terbuka untuk berekspansi ke kota-kota tingkat kedua dan ketiga di Indonesia untuk menangkap peluang pertumbuhan tambahan. 

Dengan demikian, Jessica memperkirakan pembukaan toko akan tetap solid. Sebab manajemen mempertahankan targetnya yaitu 560 toko baru gabungan dan 300 toko baru untuk (MAPA) pada tahun 2026. Sekitar 200 toko telah dibuka pada kuartal pertama tahun 2026, dengan manajemen menunjukkan bahwa pembukaan toko pada kuartal kedua tahun 2026 melebihi jumlah pada kuartal pertama tahun 2026. 


Baca Juga: IHSG Diproyeksikan Bisa Sentuh 7.000 pada Akhir Tahun 2026, Ini Penggeraknya

“Perusahaan memperkirakan pembukaan toko akan dipercepat pada semester kedua tahun 2026, konsisten dengan pola ekspansi historisnya, dengan peluncuran terkuat biasanya terjadi pada kuartal keempat,” ujar Jessica dalam risetnya pada 10 Juli 2026. 

Analis Bahana Sekuritas, Reinard Tanukusuma melihat tren jumlah jaringan department store MAPI terus bertambah sejak 2018 hingga tahun 2025. Namun, ukuran toko rata-rata secara bertahap menurun selama periode yang sama, dari 383 m² per toko pada tahun 2019-2020 menjadi 316 m² pada tahun 2025. Total ruang penjualan juga tetap relatif stabil antara tahun 2019 dan 2024 meskipun terjadi peningkatan jumlah toko. 

Reinard percaya ini mencerminkan upaya manajemen untuk mengoptimalkan ruang ritel yang ada, dengan sebagian dari luas department store dialokasikan kembali ke konsep khusus dan monobrand seperti Digimap, olahraga, alas kaki, kecantikan, dan makanan & minuman.

Reinard menilai strategi tersebut tampak membuahkan hasil positif. Penjualan per meter persegi meningkat dari Rp 7,5 juta pada tahun 2018 menjadi Rp 8,6 juta pada tahun 2024 sebelum melambat menjadi Rp 7,8 juta pada tahun 2025 di tengah melemahnya pengeluaran konsumen

“Kami memperkirakan produktivitas akan meningkat menjadi Rp 8,0 juta per meter persegi pada tahun 2026 dan Rp 8,2 juta pada 2027 seiring dengan pulihnya konsumsi secara bertahap dan optimalisasi ruang terus berlanjut. Kami melihat ini sebagai ekspansi terukur ke dalam format yang telah menunjukkan permintaan dan produktivitas yang kuat, daripada kembali ke peluncuran department store yang agresif,” kata Reinard dalam risetnya pada 25 Juni 2026. 

Sementara itu, Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su menyoroti rencana MAPI yang kembali membawa brand Ace Hardware. Menurutnya, hal tersebut menjadi strategi diversifikasi yang positif untuk MAPI ke segmen home improvement. Namun Harry memperkirakan kontribusi terhadap revenue masih relatif terbatas mengingat pembukaan gerai yang masih terbatas dan cenderung baru. 

“Di sisi lain, kami melihat Ace Hardware berpotensi memiliki positioning yang berbeda dari AZKO, baik dari sisi produk maupun target segmen,” ujar Harry Su kepada Kontan, Senin (13/7/2026). 

Karena ini adalah vertikal bisnis baru, Jessica melihat MAPI bermaksud untuk mengadopsi strategi ekspansi yang bijaksana pada fase awal, dengan fokus pada validasi profitabilitas bisnis sebelum mempercepat pembukaan toko. Peluncuran awal terdiri dari 5-7 toko, yang dijadwalkan akan dimulai pada akhir Juli 2026 atau awal Agustus 2026 di seluruh Jakarta Raya, termasuk Serpong. 

Jessica memperkirakan kontribusi segmen ini terhadap pendapatan dan laba akan tetap terbatas pada tahun 2026, dengan rincian lebih lanjut mengenai peta jalan ekspansi jangka panjang dan kontribusi laba yang diharapkan akan diungkapkan pada tahun 2027. 

Sementara pertumbuhan di seluruh segmen tetap tangguh. Jessica memperkirakan Same-Store Sales Growth (SSSG) kuartal II – 2026 akan meningkat secara tahunan (year on year/YoY), diuntungkan oleh efek basis rendah, sekaligus normalisasi dari permintaan tinggi yang terlihat selama periode Lebaran.

“Kami memproyeksikan pendapatan kuartal II – 2026 mencapai Rp 11,4 triliun, naik 11,1% YoY, sehingga pendapatan semester pertama tahun 2026 mencapai Rp 23,7 triliun, mewakili 50,4% dari perkiraan pendapatan kami untuk tahun 2026,” terang Jessica. 

Meski begitu, Harry Su mengatakan potensi tantangan yang harus dicermati MAPI ke depan antara lain pelemahan daya beli masyarakat, depresiasi rupiah, serta persaingan industri yang semakin ketat, khususnya dengan AZKO pada segmen home improvement setelah peluncuran kembali Ace Hardware.

Jessica memproyeksikan segmen ritel MAPI akan menghasilkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10,5% YoY pada tahun 2026, dengan kontribusi sekitar 51% berasal dari segmen Aktif (MAPA), yang diperkirakan akan tumbuh sebesar 8% YoY. Apalagi MAPA memperluas jejak regionalnya melalui akuisisi Sports Direct Malaysia dari Frasers Group Trading Ltd senilai Rp 2,5 triliun (US$ 148,9 juta), dengan transaksi yang ditandatangani pada Juni 2026. 

Jessica memproyeksikan pendapatan dan laba bersih MAPI pada tahun 2026 masing – masing Rp 47,03 triliun dan Rp 2,39 triliun. Adapun pada tahun 2025 MAPI mengantongi pendapatan Rp 43,08 triliun dan laba bersih Rp 2,23 triliun. 

Jessica, Reinard, dan Harry Su merekomendasikan buy saham MAPI dengan target harga masing – masing Rp 1.800 per saham, Rp 1.850 per saham, dan Rp 1.650 per saham.

Baca Juga: Rotasi Sentimen AI dan Aturan Modal Jadi Daya Tarik Reksadana Saham Dolar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News