Ekspansi Zoho di Pusat Data, Indonesia Masuk Dalam Peta Rencana Ekspansi



KONTAN.CO.ID - CHENNAI. Zoho Corporation berencana mengembangkan lebih banyak data center di beberapa negara. Terbaru perusahaan teknologi yang berbasis di Chennai, India ini telah meluncurkan dua data center di Uni Emirat Arab yakni Dubai dan Abu Dhabi. 

Ekspansi tersebut merupakan bagian dari ekspansi Zoho yang telah menganggarkan investasi sebesar AED 100 juta di Uni Emirat Arab sejak tahun 2023. Ke depan, Zoho mengaku akan membuka lebih banyak data center di beberapa negara. 

CEO Manage Engine Rajesh Ganesan mengakui, fokus bisnis data center di tahun 2025 ada di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Untuk tahap selanjutnya dia menyebut ke Afrika dan Amerika Latin. “Kami akan membangun data center di negara dengan pertumbuhan dan kebutuhan paling kuat,” papar dia. 


Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 1%, WTI Kembali ke Bawah US$ 60 Per Barel di Pagi Ini (21/1)

Rajesh memaparkan untuk membuka lebih banyak data center membutuhkan banyak pertimbangan seperti potensi pertumbuhan pasar, regulasi, kepatutan data dan kebutuhan pelanggan lokal.  “Semua ini konsisten dengan filosofi Zoho yakni global vision, local execution,” terang dia.

Di Indonesia sendiri, Rajesh mengaku belum memiliki rencana detil untuk membangun pusat data. “Indonesia ada dalam daftar rencana kami tapi kami belum bisa mengumumkan secara pasti,” ujar dia. 

Bagi Zoho membangun data center bukan sekedar menyewa infrastruktur cloud pihak ketiga. Tapi Zoho ingin membangun data center dari nol. Sebab perusahaan ini ingin seluruh software dibangun sendiri oleh Zoho dan Manage Engine. 

Bagi Rajesh membangun data center memerlukan waktu lama, membutuhkan keahlian tinggi dan memberikan kontrol penuh atas keamanan dan privasi. Selain itu, masalahnya bukan cuma kebutuhan pendanaan namun juga energi dan keahlian.

Namun Zoho realistis sebab pembangunan data center hanya dapat dilakukan jika kebutuhan pasar yang cukup, memiliki kelayakan ekonomi serta kesiapan dari sisi regulasi. 

Di Arab Saudi misalnya proses untuk membangun data center membutuhkan waktu cukup panjang. Terutama dialog dengan regulator lokal. Zoho mengaku melangkah dengan hati-hati dan tidak terburu-buru. Zoho dan Manage Engine akan selalu mematuhi regulasi lokal. 

Bahkan menurut Shailesh Davey, Co Founder dan CEO Zoho Corporation, di Uni Emirat Arab, perusahaan memberi kedaulatan data mereka secara lokal serta mendukung agenda keaman siber nasional. "Melalui langkah ini, Zoho Corporation memungkinkan bisnis untuk menyimpan data mereka secara lokal, memperkuat kedaulatan data, serta mendukung Agenda Keamanan Siber Nasional,” papar dia. 

Hingga saat ini, total jumlah data center yang dimiliki Zoho sebanyak 20 pusat data termasuk pembukaan dua data center baru. 

 

Selanjutnya: Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 16.953 Per Dolar AS, Mata Uang Asia Bervariasi

Menarik Dibaca: Wajib Serbu! Promo Tsuka Ramen Diskon 100% & Ramen Ya! Punya Paket Berdua Hemat