KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat (4/9/2026), seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada September 2026. Sentimen tersebut mendorong aliran dana ke aset berisiko dan mengangkat sejumlah mata uang Asia. Indeks saham emerging Asia MSCI naik 1,4% dan menuju penguatan harian terbaik dalam tujuh sesi. Bursa Korea Selatan dan Taiwan yang didominasi saham teknologi masing-masing menguat hingga 1,6%.
Penguatan paling menonjol terjadi di Singapura.
Baca Juga: Bursa Asia Berguguran Rabu (2/9) Pagi, KOSPI Anjlok 3% dan Nikkei Turun 2,2% Straits Times Index naik hingga 0,9% ke rekor 5.807,16, ditopang saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Indeks tersebut juga menguat 1,9% sepanjang pekan dan menuju kinerja mingguan terbaik sejak awal Juli. Sentimen positif turut mengangkat indeks MSCI ASEAN ke level tertinggi dalam tujuh sesi, dengan kenaikan sekitar 1% sepanjang pekan. Di Indonesia, rupiah menguat hingga Rp 17.600 per dolar AS, menjadi level terkuat sejak akhir Mei. Rupiah menjadi salah satu mata uang negara berkembang dengan kinerja terburuk sepanjang tahun ini, sehingga penguatan dolar AS yang mulai mereda memberi ruang bagi pemulihan mata uang regional. Ekonom DBS Radhika Rao mengatakan pelemahan ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan penguatan yen membantu mata uang Asia mengurangi sebagian tekanan. "Risiko tetap dua arah karena konflik AS-Iran dapat kembali mendorong harga minyak dan menekan aset Asia," kata Rao.
Baca Juga: Bursa Asia Bervariasi di Pagi Ini (28/8), Pasar Menanti Pidato Ketua The Fed Pelaku pasar kini menanti data
nonfarm payrolls AS yang akan dirilis Jumat. Data ketenagakerjaan tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk melihat ruang bagi Federal Reserve mempertahankan suku bunga, terutama di tengah inflasi dan harga minyak yang masih tinggi. Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sekitar 50%, turun dari sekitar 63% sehari sebelumnya berdasarkan CME FedWatch Tool. Di kawasan Asia Tenggara, saham Filipina turun 0,2% pada perdagangan Jumat setelah inflasi Agustus melambat untuk bulan keempat berturut-turut. Namun, indeks saham Filipina masih menguat 2,2% sepanjang pekan dan menuju kinerja mingguan terbaik sejak pertengahan Juni.
Baca Juga: Bursa Asia Mixed di Pagi Ini (27/8), Pasar Perhatikan Kebijakan BOK & Kinerja Nvidia Sementara itu, baht Thailand menguat ke level 32,87 per dolar AS, tertinggi dalam lima sesi. Won Korea Selatan dan dolar Taiwan juga menguat masing-masing sekitar 0,1%. Pergerakan pasar Asia masih akan sangat bergantung pada arah kebijakan moneter AS. Jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan ekonomi, peluang pelonggaran kebijakan The Fed dapat semakin terbuka dan berpotensi menopang saham serta mata uang Asia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News