Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Meredup, Harga Emas Menguat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas naik ke kisaran US$ 4.200 per ons troi pada hari Rabu (30/9), seiring data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan meredakan ekspektasi mengenai kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve dalam waktu dekat. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Rabu (30/9), indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 0,3% pada bulan Agustus, di bawah perkiraan sebesar 0,4%, sementara PCE inti meningkat 0,2%, juga di bawah prediksi 0,3%. 

Secara tahunan, inflasi PCE  utama tercatat sebesar 3,4%, lebih rendah dari ekspektasi 3,7%. Pasar kini memperhitungkan peluang kurang dari 40% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Oktober, turun tajam dari 70% pada hari Jumat lalu. 


Presiden The Fed New York, John Williams, juga menyatakan bahwa The Fed tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga lagi setelah kenaikan bulan ini, yang turut mendukung harga emas. 

Namun, logam mulia tetap berada di bawah tekanan akibat tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury); imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun dan 30 tahun sama-sama berada di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. 

Harga emas sempat turun hampir 6% pada bulan September, tertekan oleh inflasi yang terus berlanjut akibat faktor energi serta pernyataan bernada hawkish dari para pejabat The Fed yang memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan lebih lanjut di akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: