KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Hasil survei Bank Indonesia (BI) mengindikasikan, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diproyeksi mengalami penurunan. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Juli 2026 sebesar 125,7, lebih rendah dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 126,4. Meski demikian, BI menilai IKE tetap kuat di tengah penurunan indeks. “Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan tetap kuat,” mengutip laporan Survei Konsumen Bank Indonesia pada Senin (10/8/2026).
Baca Juga: DJP Bantah Akan Kejar Semua Pemilik Kontrakan di 2027 Tetap kuatnya IEK bersumber dari optimisme ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 133,6, 123,1, dan 120,4. Akan tetapi, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja turun dari bulan sebelumnya sebesar 124,4, dan indeks ketersedia ekspektasi kegiatan usaha turun dari bulan sebelumnya sebesar 120,4. Sedangkan indeks ekspektasi penghasilan stagnan. Secara spasial, sebagian besar wilayah mencatat peningkatan IEK. Namun, penurunan indeks pada sejumlah kota, terutama di Bandung, Pontianak, dan Samarinda menyebabkan IEK lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan berada pada level optimistis pada seluruh kelompok pengeluaran. Penurunan indeks terjadi pada kelompok pengeluaran Rp 2,1 juta - Rp 3 juta dan Rp 3,1 juta - Rp 4 juta, yang mencatat indeks masing-masing sebesar 126,9 dan 131,5. Sementara itu, kelompok lainnya mengalami peningkatan indeks. Berdasarkan kelompok usia, indeks tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun, diikuti kelompok usia 31-40 tahun, masing-masing sebesar 139,0 dan 137,7.
Baca Juga: Wamenkeu Buka-Bukaan, APBN Tak Cukup Penuhi Kebutuhan Investasi di 2027 Selanjutnya, prakiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang berada pada level optimistis di seluruh tingkat pendidikan. Peningkatan indeks terjadi pada seluruh tingkat pendidikan, kecuali pada tingkat pendidikan SMA yang mengalami penurunan indeks menjadi 118,6.
Berdasarkan kelompok usia, peningkatan indeks terjadi pada kelompok usia 20-40 tahun, sedangkan kelompok usia lainnya mengalami penurunan indeks. Ekspektasi konsumen terhadap perkembangan kegiatan usaha ke depan menurun pada kelompok pengeluaran Rp 2,1 juta – Rp 4 juta, sedangkan kelompok pengeluaran lainnya mengalami peningkatan indeks. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran di atas Rp 5 juta, diikuti kelompok pengeluaran Rp 4,1 juta - Rp5 juta dengan masing-masing indeks sebesar 127,4 dan 121,5. Berdasarkan kelompok usia, penurunan indeks terjadi pada kelompok usia 41-50 tahun dan di atas 60 tahun, sedangkan kelompok usia lainnya mengalami peningkatan indeks. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News