KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar Rp 34,9 miliar atau setara sekitar US$ 1,95 juta di Tambang Emas Pani, Gorontalo, sepanjang kuartal III 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi pada Senin (12/10/2026), kegiatan eksplorasi EMAS difokuskan pada pengembangan sumber daya emas di Tambang Emas Pani, Provinsi Gorontalo, Sulawesi. Sebagian besar kegiatan dilakukan oleh PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), dengan dukungan PT Merdeka Teknik Servis (MTS).
Selama periode tersebut, EMAS menyelesaikan pengeboran eksplorasi menggunakan metode
diamond drilling dengan total kedalaman mencapai 9.219,4 meter. Pengeboran dilakukan di tiga area, yakni Prospek Kolokoa di selatan pit utama, Prospek Lone Pine di utara pit utama, serta area di bawah pit utama melalui pengeboran dalam.
Baca Juga: IHSG Anjlok 2,59% di Tengah Rumor Pasar Terkait Sanksi Emiten Secara terperinci, tabel laporan mencatat pengeboran permukaan sebanyak 25 lubang dengan total kedalaman 8.531,4 meter. Perinciannya, enam lubang di area Gunung Pani dengan kedalaman 2.600,5 meter, 13 lubang di Prospek Kolokoa sepanjang 3.964,3 meter, serta enam lubang di Prospek Lone Pine dengan kedalaman 1.966,6 meter. Selain pengeboran, EMAS melakukan pemetaan geologi, pengambilan sampel permukaan, serta pencatatan dan analisis inti bor. Analisis tersebut mencakup identifikasi mineralisasi dan alterasi batuan menggunakan sejumlah metode, antara lain X-ray fluorescence (XRF), ASD, laser-induced breakdown spectroscopy (LIBS), dan inductively coupled plasma (ICP). Perusahaan juga memperbarui model geologi yang mencakup litologi, alterasi, oksidasi, dan struktur batuan, serta survei topografi untuk mendukung perencanaan pit. Pembaruan dilakukan dengan memanfaatkan hasil pengeboran terbaru, pemetaan geologi, dan pengambilan sampel permukaan. EMAS memilih area eksplorasi berdasarkan hasil kegiatan sebelumnya yang menunjukkan potensi mineralisasi serta kebutuhan untuk memperdalam pemahaman mengenai kondisi geologi, baik di dalam maupun di luar area pit yang direncanakan. Seiring dimulainya operasi pertambangan pada kuartal IV 2025, kegiatan eksplorasi turut difokuskan pada area dekat pit untuk mendukung pengembangan sumber daya emas. Meski telah menyelesaikan pengeboran selama kuartal III, EMAS belum memperbarui estimasi sumber daya mineral pada periode tersebut. Hasil pengeboran dan pemutakhiran model geologi masih menjadi bagian dari proses evaluasi potensi sumber daya di Tambang Emas Pani.
Baca Juga: Bhineka (BIKE) Akuisisi Tambang Batubara Lagi, Kali Ini Punya Cadangan 86 Juta Ton Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News