KONTAN.CO.ID - Aktivitas manufaktur Korea Selatan kembali berekspansi pada Desember 2025 setelah sempat terkontraksi selama dua bulan berturut-turut. Pemulihan ini didorong oleh rebound permintaan ekspor, seiring meningkatnya optimisme pelaku industri ke level tertinggi dalam 3,5 tahun terakhir. Survei sektor swasta yang dirilis S&P Global menunjukkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Korea Selatan berada di level 50,1 pada Desember 2025.
Baca Juga: China Kenakan Tarif Tinggi Impor Daging Sapi, Ini Tujuannya Angka ini naik dari 49,4 pada dua bulan sebelumnya dan berada di atas ambang batas 50 yang menandakan ekspansi. Ekonom S&P Global Market Intelligence Usamah Bhatti mengatakan, peningkatan kinerja manufaktur didorong oleh peluncuran produk baru serta membaiknya permintaan eksternal. “Ekspor menjadi salah satu sumber kekuatan utama. Produsen melaporkan bahwa permintaan luar negeri yang membaik turut mendorong peningkatan penjualan,” ujar Bhatti dalam keterangan resmi, Jumat (2/1/2026). Korea Selatan yang bergantung pada perdagangan internasional mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 pada level tertinggi hampir empat tahun terakhir. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspor yang solid serta pemulihan konsumsi domestik.
Baca Juga: Xi Jinping Akan Jamu Presiden Korea Selatan di Tengah Ketegangan dengan Jepang Survei juga mencatat pesanan baru meningkat pada Desember untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir, dengan laju pertumbuhan tertinggi sejak November 2024. Pesanan ekspor turut mencatatkan pemulihan yang signifikan. Meski demikian, output manufaktur masih mengalami kontraksi untuk bulan ketiga berturut-turut. Namun, laju penurunan tercatat lebih moderat dibandingkan bulan sebelumnya. Indikator permintaan jangka pendek lainnya juga menunjukkan perbaikan. Pembelian bahan baku meningkat dengan laju tercepat sejak Agustus 2024, sementara persediaan barang jadi menyusut paling dalam sejak Mei 2025, mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi dan penjualan. Optimisme pelaku usaha terhadap prospek satu tahun ke depan melonjak ke level tertinggi sejak Mei 2022.
Baca Juga: Putri Kim Jong Un, Kim Ju Ae, Tampil di Acara Resmi, Spekulasi Penerus Menguat Harapan ekspansi bisnis dan peluncuran produk baru menjadi pendorong utama, dengan sektor otomotif dan semikonduktor menjadi sorotan.
Dari sisi inflasi, harga input meningkat dengan laju tertajam sejak Juli 2022 akibat pelemahan nilai tukar won. Kondisi tersebut mendorong inflasi harga output naik ke level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir, setelah sempat melandai pada bulan sebelumnya.