Ekspor Batubara 2025 Turun 19,70% Jadi US$ 24,48 Miliar, Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi penurunan ekspor batubara sepanjang periode Januari–Desember 2025.

Nilai ekspor komoditas andalan tersebut tercatat sebesar US$ 24,48 miliar, turun 19,70% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 30,49 miliar.

Penurunan nilai ekspor ini terjadi di tengah pelemahan harga komoditas batubara global sepanjang tahun lalu. Faktor harga menjadi kontributor utama yang menekan kinerja ekspor batubara Indonesia, meskipun dari sisi volume penurunannya relatif lebih terbatas.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa pelemahan harga komoditas dunia berdampak langsung pada nilai ekspor Indonesia, terutama untuk batubara dan minyak sawit.

Baca Juga: Purbaya Beri Bocoran Skema Tarif Bea Keluar Batubara 5%–11% Mulai Tahun 2026

"Khusus untuk harga komoditas batubara dan juga minyak sawit mengalami penurunan, baik dari month to month (bulanan) ataupun year on year (tahunan)," ungkap Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/2/2026).

Dari sisi volume, BPS mencatat total ekspor batubara secara kumulatif sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 390,93 juta ton. Angka ini turun 3,66% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 405,76 juta ton.

Penurunan volume ekspor yang relatif tipis dibandingkan penurunan nilai ekspor menunjukkan bahwa faktor harga memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kinerja ekspor batubara sepanjang 2025.

Jika dibandingkan dengan target pemerintah, capaian ekspor batubara sepanjang 2025 tersebut juga masih jauh dari harapan. Pemerintah sebelumnya menetapkan target ekspor batubara tahun 2025 sebesar 650 juta ton.

Baca Juga: Restitusi PPN Batubara Meningkat, BPK Minta Purbaya Evaluasi Aturan

Dengan realisasi volume ekspor yang hanya mencapai 390,93 juta ton, terdapat selisih yang cukup besar terhadap target yang telah ditetapkan.

Hal ini mencerminkan adanya tantangan di sektor batubara, baik dari sisi permintaan global, harga komoditas, maupun dinamika pasar energi dunia sepanjang tahun lalu.

Kondisi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kinerja ekspor batubara Indonesia sangat sensitif terhadap fluktuasi harga global, sehingga pergerakan harga komoditas menjadi faktor krusial dalam menentukan nilai ekspor nasional.

Selanjutnya: Komisaris BBCA Ikut Serok Saham, Segini Harganya

Menarik Dibaca: Fiesta Ajak Pasangan Eksplor Agar Hubungan Seks Tak Membosankan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: