KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Indonesia untuk menyalurkan ekspor batubara melalui perusahaan negara Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) memicu kekhawatiran di kalangan pedagang dan penambang, terutama saat permintaan batubara meningkat karena gangguan pasokan LNG akibat perang di Iran. Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (21/5/2026) mengatakan ekspor batubara, minyak sawit, dan ferroalloy harus dilakukan melalui DSI. Langkah ini bertujuan meningkatkan pendapatan negara dan menstabilkan nilai rupiah, namun memicu kekhawatiran investor. Indonesia menyumbang sekitar 50% perdagangan batubara listrik dunia, yang sangat penting bagi negara seperti Jepang dan Korea Selatan, yang beralih ke batubara akibat gangguan pasokan LNG.
Ekspor Batubara Kini Lewat DSI, Penambang dan Pedagang dari Luar Negeri Masih Bingung
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Indonesia untuk menyalurkan ekspor batubara melalui perusahaan negara Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) memicu kekhawatiran di kalangan pedagang dan penambang, terutama saat permintaan batubara meningkat karena gangguan pasokan LNG akibat perang di Iran. Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (21/5/2026) mengatakan ekspor batubara, minyak sawit, dan ferroalloy harus dilakukan melalui DSI. Langkah ini bertujuan meningkatkan pendapatan negara dan menstabilkan nilai rupiah, namun memicu kekhawatiran investor. Indonesia menyumbang sekitar 50% perdagangan batubara listrik dunia, yang sangat penting bagi negara seperti Jepang dan Korea Selatan, yang beralih ke batubara akibat gangguan pasokan LNG.
TAG: