JAKARTA.Ternyata ekspor beras yang dibuka kerannya oleh pemerintah tidak hanya untuk beras kualitas premium, tapi juga untuk ekspor benih beras. Hal ini dikatakan oleh Direktur Pemasaran Domestik Departemen Pertanian (Deptan) Gardjita Budi ketika di hubungi Kontan Selasa (2/6).Gardjita bilang kalau sampai saat ini sudah ada 10 perusahaan yang mendapatkan rekomendasi teknis dari Deptan untuk melakukan ekspor beras. "Term pertama kita mengeluarkan rekomendasi untuk 8 perusahaan dan dua minggu lalu kita baru mengeluarkannya lagi untuk dua perusahaan lainnya," kata Gardjita. Dua perusahaan yang baru mendapat rekomendasi itu, hanya satu yang melakukan ekspor beras yaitu PT Lunafa. "Mereka akan mengekspor 6.000 ton beras premium," lanjutnya.Satu perusahaan lainnya, ternyata mengekspor benih beras ke Timor Leste. "Benih itu termasuk bagian dari ekspor beras dan mereka berencana mengekspor 200 ton benih," jelas Gardjita. Namun Gardjita masih keberatan mengungkap nama perusahaan yang dimaksud. Ia beralasan, perusahaan ini masih ada masalah dan enggan membeberkan masalah yang dimaksud.Sebenarnya total perusahaan yang mendaftar ke Deptan untuk mendapat rekomendasi ini ada 16 perusahaan, tetapi yang baru di setujui hanya 10 saja. "Yang enam masih kita proses. Dari enam perusahaan itu ada dua perusahaan yang ingin ekspor beras organik. Tapi sampai sekarang mereka belum bisa menyertakan sertifikat," ungkap Gardjita. Padahal menurutnya, yang menjadi prioritas dari ekpor beras ini adalah ekspor beras organik.Anna Suci
Ekspor Benih Beras Masih Terbuka
JAKARTA.Ternyata ekspor beras yang dibuka kerannya oleh pemerintah tidak hanya untuk beras kualitas premium, tapi juga untuk ekspor benih beras. Hal ini dikatakan oleh Direktur Pemasaran Domestik Departemen Pertanian (Deptan) Gardjita Budi ketika di hubungi Kontan Selasa (2/6).Gardjita bilang kalau sampai saat ini sudah ada 10 perusahaan yang mendapatkan rekomendasi teknis dari Deptan untuk melakukan ekspor beras. "Term pertama kita mengeluarkan rekomendasi untuk 8 perusahaan dan dua minggu lalu kita baru mengeluarkannya lagi untuk dua perusahaan lainnya," kata Gardjita. Dua perusahaan yang baru mendapat rekomendasi itu, hanya satu yang melakukan ekspor beras yaitu PT Lunafa. "Mereka akan mengekspor 6.000 ton beras premium," lanjutnya.Satu perusahaan lainnya, ternyata mengekspor benih beras ke Timor Leste. "Benih itu termasuk bagian dari ekspor beras dan mereka berencana mengekspor 200 ton benih," jelas Gardjita. Namun Gardjita masih keberatan mengungkap nama perusahaan yang dimaksud. Ia beralasan, perusahaan ini masih ada masalah dan enggan membeberkan masalah yang dimaksud.Sebenarnya total perusahaan yang mendaftar ke Deptan untuk mendapat rekomendasi ini ada 16 perusahaan, tetapi yang baru di setujui hanya 10 saja. "Yang enam masih kita proses. Dari enam perusahaan itu ada dua perusahaan yang ingin ekspor beras organik. Tapi sampai sekarang mereka belum bisa menyertakan sertifikat," ungkap Gardjita. Padahal menurutnya, yang menjadi prioritas dari ekpor beras ini adalah ekspor beras organik.Anna Suci