TOKYO. Pengiriman daging sapi dari Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar akan mengalami kenaikan sebesar 7% tahun ini. Sebab, permintaan akan produk ini dari Jepang dan Korea Selatan terus mengalami kenaikan yang signifikan. Menurut Philip Seng, President and CEO US Meat Export Federation, tingkat ekspor daging sapi akan mengalami peningkatan menjadi 1 juta metrik ton. Dia bilang, hal ini disebabkan tingkat pengiriman ke dua negara di Asia akan menembus angka 200.000 ton. Dengan naiknya tingkat ekspor, hal itu akan membantu mengisi kekosongan permintaan yang melorot di dalam negeri di tengah krisis finansial global. Sebaliknya, jika tingkat impor daging sapi meningkat, hal itu akan memukul para produsen daging sapi lokal sekaligus menggerus permintaan biji-bijian untuk makanan ternak dari Jepang dan Korsel.
Ekspor Daging Sapi AS ke Jepang dan Korsel Naik 7%
TOKYO. Pengiriman daging sapi dari Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar akan mengalami kenaikan sebesar 7% tahun ini. Sebab, permintaan akan produk ini dari Jepang dan Korea Selatan terus mengalami kenaikan yang signifikan. Menurut Philip Seng, President and CEO US Meat Export Federation, tingkat ekspor daging sapi akan mengalami peningkatan menjadi 1 juta metrik ton. Dia bilang, hal ini disebabkan tingkat pengiriman ke dua negara di Asia akan menembus angka 200.000 ton. Dengan naiknya tingkat ekspor, hal itu akan membantu mengisi kekosongan permintaan yang melorot di dalam negeri di tengah krisis finansial global. Sebaliknya, jika tingkat impor daging sapi meningkat, hal itu akan memukul para produsen daging sapi lokal sekaligus menggerus permintaan biji-bijian untuk makanan ternak dari Jepang dan Korsel.