KONTAN.CO.ID - Total ekspor emas Swiss mencatatkan penurunan sebesar 9% pada bulan Mei 2026 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Berdasarkan data bea cukai Swiss, penurunan ini dipicu oleh merosotnya volume pengiriman ke India dan Hong Kong, yang gagal tertutupi oleh kenaikan pengiriman ke Inggris dan China. Swiss, yang dikenal sebagai pusat pemurnian (refining) dan transit emas terbesar di dunia, mencatatkan total perdagangan ekspor sebesar 98.886 kg (sekitar 98,8 ton) pada Mei 2026, turun dari pencapaian April 2026 yang sebesar 109.216 kg.
Baca Juga: Pentagon Butuh US$80 Miliar untuk Menutup Biaya Perang Iran dan Belanja Lain Kebijakan Tarif India Tekan Permintaan hingga Level Terendah Penurunan paling drastis terjadi pada jalur pengiriman ke India, salah satu konsumen emas batangan utama dunia. Pasokan emas Swiss ke India anjlok menjadi hanya 955 kg pada bulan Mei, merosot tajam dari perolehan bulan April yang mencapai 6.504 kg (6,5 ton). Realisasi ini sekaligus menandai volume bulanan terendah dalam enam tahun terakhir. Kemerosotan ini terjadi setelah pemerintah India menaikkan tarif impor logam mulia guna menopang nilai tukar mata uang rupee yang tengah tertekan. "Permintaan perhiasan emas tetap lesu sepanjang bulan Mei dan awal Juni, yang memang merupakan periode lemah secara musiman (seasonally soft period)," tulis Dewan Emas Dunia (WGC) dalam laporan riset khususnya mengenai pasar India. WGC menambahkan bahwa berdasarkan masukan dari pelaku industri, permintaan untuk emas batangan (bar) dan koin juga cenderung stagnan tanpa pertumbuhan berarti.
Baca Juga: Konflik Lebanon Mereda, Israel dan Hezbollah Akhirnya Setujui Gencatan Senjata Inggris dan China Jadi Penopang Utama Kontras dengan kondisi di Asia Selatan, pengiriman emas Swiss ke Inggris justru menunjukkan tren positif dengan kenaikan menjadi 39.360 kg (39,4 ton) pada bulan lalu, naik dari posisi April sebesar 35.515 kg. Inggris sendiri memegang peran strategis sebagai rumah bagi pusat perdagangan emas luar-bursa (
over-the-counter/OTC) terbesar di dunia.
Sementara itu, China tetap mempertahankan posisinya sebagai negara tujuan ekspor terbesar dengan menyerap 31.550 kg emas dari Swiss pada Mei 2026, naik tipis dari bulan sebelumnya yang sebesar 30.499 kg.
Baca Juga: Minyak Brent Turun ke US$ 79 per Barel, Israel-Hezbollah Sepakat Gencatan Senjata Rincian Ekspor Emas Swiss ke Pasar Utama (dalam Kilogram):
| Negara Tujuan | Mei 2026 | April 2026 | Mei 2025 |
| Total Ekspor | 98.886 | 109.216 | 89.809 |
| Inggris (UK) | 39.360 | 35.515 | 16.004 |
| China | 31.550 | 30.499 | 27.106 |
| Hong Kong | 10.273 | 15.642 | 1.449 |
| Turki | 2.875 | 3.564 | 10.400 |
| Arab Saudi | 2.552 | 3.104 | 4.196 |
| Jerman | 1.228 | 2.169 | 2.290 |
| Italia | 1.147 | 1.664 | 1.942 |
| Prancis | 1.057 | 1.191 | 1.514 |
| Uni Emirat Arab (UAE) | 1.015 | 1.792 | 725 |
| India | 955 | 6.504 | 10.052 |
| Amerika Serikat (USA) | 275 | 309 | 1.804 |
Sumber: Data Bea Cukai Swiss (Kode HS 710812). Angka sewaktu-waktu dapat direvisi oleh otoritas terkait.