KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri mebel dan furnitur berbasis kayu Indonesia masih menghadapi tekanan ekspor ke Amerika Serikat (AS), meski tarif impor yang dikenakan Negeri Paman Sam akhirnya ditetapkan 19%, lebih rendah dari rencana awal 32%. Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur mengatakan ketidakpastian yang muncul sejak awal pengumuman tarif membuat order dari buyer AS sempat terganggu. “Pengumuman tarif 32% sebelumnya membuat buyer AS menunda atau mengurangi pesanan, sehingga terjadi penumpukan barang di gudang dan terganggunya arus kas eksportir. Setelah negosiasi, tarif khusus impor dari Indonesia diturunkan menjadi 19%, sehingga ketegangan sedikit mereda, meskipun harga jual tetap naik,” ujar Sobur kepada Kontan, Rabu (3/9/2025).
Ekspor Furnitur Kayu ke AS Masih Tertekan Meski Tarif Diturunkan Jadi 19%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri mebel dan furnitur berbasis kayu Indonesia masih menghadapi tekanan ekspor ke Amerika Serikat (AS), meski tarif impor yang dikenakan Negeri Paman Sam akhirnya ditetapkan 19%, lebih rendah dari rencana awal 32%. Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur mengatakan ketidakpastian yang muncul sejak awal pengumuman tarif membuat order dari buyer AS sempat terganggu. “Pengumuman tarif 32% sebelumnya membuat buyer AS menunda atau mengurangi pesanan, sehingga terjadi penumpukan barang di gudang dan terganggunya arus kas eksportir. Setelah negosiasi, tarif khusus impor dari Indonesia diturunkan menjadi 19%, sehingga ketegangan sedikit mereda, meskipun harga jual tetap naik,” ujar Sobur kepada Kontan, Rabu (3/9/2025).
TAG: