Ekspor Gandum Ukraina Anjlok 60% akibat Pelabuhan Laut Hitam Terblokir



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekspor gandum Ukraina merosot tajam pada Agustus 2026 setelah serangan Rusia membuat pelabuhan Laut Hitam praktis terhenti.

Jalur kereta api dan sungai yang menjadi alternatif belum mampu menutup hilangnya kapasitas ekspor melalui laut.

Operator kereta api negara Ukraina, Ukrzaliznytsia, mencatat pengiriman gandum hingga Agustus mencapai 574.000 ton. Angka ini turun sekitar 60% dibandingkan periode yang sama pada Juli.


Baca Juga: Harga Gandum Chicago Naik, Serangan di Laut Hitam Picu Kekhawatiran Pasokan

Dari total tersebut, sekitar 170.000 ton dikirim melalui pelabuhan Danube, sedangkan 343.200 ton diangkut melalui perlintasan perbatasan barat Ukraina menuju negara-negara Eropa.

Sebelum perang, pelabuhan Laut Hitam menyumbang sekitar 90% ekspor gandum Ukraina. Pelabuhan laut dalam di kawasan Odesa bahkan mampu menangani hingga 6 juta ton gandum per bulan.

Sementara itu, kapasitas jalur alternatif jauh lebih terbatas. Ukrzaliznytsia memperkirakan mampu mengangkut sekitar 1 juta ton gandum per bulan menuju perbatasan darat dan 500.000 ton ke pelabuhan Danube.

Baca Juga: Rusia - Ukraina Saling Serang di Laut Hitam, Pasokan Gandum & Minyak Terganggu

Data Kementerian Pertanian Ukraina juga menunjukkan tekanan yang sama. Sepanjang 1-21 Agustus 2026, ekspor gandum hanya mencapai 539.000 ton, anjlok dari 1,73 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Keterbatasan kapal

Peningkatan ekspor melalui pelabuhan Danube sebenarnya masih memungkinkan. Namun, keterbatasan kapal dan gangguan akibat peringatan serangan udara menjadi hambatan utama.

"Kami bisa mengirim 500.000 ton ke Danube, tetapi masalah utamanya adalah ketersediaan kapal untuk memuat," ujar Wakil Kepala Departemen Komersial Ukrzaliznytsia Valeriy Tkachev dalam konferensi daring dengan para pedagang.

Baca Juga: Aptindo Sebut Ekspor Rusia-Ukraina Terhenti, Harga Gandum Tertekan

Data perusahaan menunjukkan hanya sembilan gerbong kereta yang berhasil dibongkar di pelabuhan Danube sejak tengah malam. Aktivitas tersebut terhambat karena peringatan serangan udara berlangsung hampir sepanjang periode tersebut.

Ukraina mengoperasikan dua pelabuhan utama di Danube, yakni Izmail dan Reni. Namun, tidak ada gerbong gandum yang dibongkar di Reni dalam 24 jam terakhir karena kapal untuk mengangkut muatan tidak tersedia.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengalihan ekspor ke jalur darat dan Danube belum mampu menggantikan peran pelabuhan Laut Hitam.

Selain kapasitas yang lebih kecil, kelangkaan kapal, keterbatasan tenaga pandu, serta antrean kapal di sekitar Kanal Sulina turut memperpanjang waktu pengiriman.

Baca Juga: Rusia Serang Pelabuhan Izmail Ukraina, Jalur Ekspor Gandum Terancam Terganggu

Para pedagang dan analis memperkirakan hingga 70 kapal masih menunggu akses menuju pelabuhan Ukraina di kawasan Danube untuk memuat gandum. Kondisi ini semakin menekan kelancaran ekspor komoditas utama Ukraina tersebut.