KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjelaskan bahwa industri aneka akan menjadi salah satu sektor yang berpotensi besar, terutama dalam upaya substitusi impor di industri pengolahan nonmigas. Industri aneka meliputi subsektor industri perhiasan, alat permainan dan mainan anak, serta industri alat olahraga. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita mengungkapkan, program substitusi impor industri alat olahraga berasal dari produksi bola dan shuttlecocks. Dalam catatan Kemenperin, ekspor industri kedua alat olahraga tersebut meningkat sepanjang tahun 2021 menjadi US$ 7,80 juta dibandingkan tahun 2020 yang mencapai US$ 5,48 juta. Menurut Kemenperin, saat ini industri skala menengah di subsektor alat olahraga terdiri dari 66 unit perusahaan, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 11.626 orang.
Ekspor Industri Alat Olahraga Memiliki Prospek positif
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjelaskan bahwa industri aneka akan menjadi salah satu sektor yang berpotensi besar, terutama dalam upaya substitusi impor di industri pengolahan nonmigas. Industri aneka meliputi subsektor industri perhiasan, alat permainan dan mainan anak, serta industri alat olahraga. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita mengungkapkan, program substitusi impor industri alat olahraga berasal dari produksi bola dan shuttlecocks. Dalam catatan Kemenperin, ekspor industri kedua alat olahraga tersebut meningkat sepanjang tahun 2021 menjadi US$ 7,80 juta dibandingkan tahun 2020 yang mencapai US$ 5,48 juta. Menurut Kemenperin, saat ini industri skala menengah di subsektor alat olahraga terdiri dari 66 unit perusahaan, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 11.626 orang.