JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum memberikan Surat Persetujuan Ekspor (SPE) kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk enam bulan ke depan. Artinya, terhitungan tanggal 8 Agustus ini, kegiatan ekspor Freeport berakhir. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan pihaknya masih mengevaluasi permohonan pengajuan ekspor konsentrat tersebut. "Belum diberikan (SPE-nya), masih kita lakukan evaluasi, laporan tim teknisnya belum masuk ke saya," terangnya di Kantor Dirjen Minerba, Senin (8/8). Sementara pihaknya belum bisa memastikan kapan SPE itu diberikan. Tapi, asal tahu saja melalui Peraturan Menteri Nomor 05 tahun 2016 tentang tata cara persyaratan pemberian rekomendasi pelaksanaan penjualan mineral ke luar negeri.
Ekspor konsentrat Freeport berakhir hari ini
JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum memberikan Surat Persetujuan Ekspor (SPE) kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk enam bulan ke depan. Artinya, terhitungan tanggal 8 Agustus ini, kegiatan ekspor Freeport berakhir. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan pihaknya masih mengevaluasi permohonan pengajuan ekspor konsentrat tersebut. "Belum diberikan (SPE-nya), masih kita lakukan evaluasi, laporan tim teknisnya belum masuk ke saya," terangnya di Kantor Dirjen Minerba, Senin (8/8). Sementara pihaknya belum bisa memastikan kapan SPE itu diberikan. Tapi, asal tahu saja melalui Peraturan Menteri Nomor 05 tahun 2016 tentang tata cara persyaratan pemberian rekomendasi pelaksanaan penjualan mineral ke luar negeri.