Ekspor Logam Tanah Jarang China Turun ke Level Terendah Empat Bulan pada Juli



KONTAN.CO.ID - Ekspor logam tanah jarang (rare earth) China pada Juli 2026 turun ke level terendah dalam empat bulan terakhir seiring melemahnya permintaan dari pasar luar negeri akibat perlambatan aktivitas musiman selama musim panas.

Mengutip Reuters, Jumat (7/8/2026), data General Administration of Customs menunjukkan China mengekspor 4.224 metrik ton rare earth pada Juli.

Baca Juga: Surplus Dagang China dengan Uni Eropa dan AS Tetap Besar pada Juli, Ini Rinciannya


Volume tersebut turun 17,3% dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadi level bulanan terendah sejak Maret 2026.

Secara tahunan (year on year/YoY), ekspor juga merosot 29,5% dibandingkan 5.994 metrik ton pada Juli 2025.

China merupakan produsen rare earth terbesar di dunia. Kelompok 17 mineral ini merupakan bahan baku penting untuk berbagai industri strategis, mulai dari kendaraan listrik (electric vehicle/EV), turbin angin, hingga teknologi pertahanan.

Analis menilai pelemahan ekspor dipicu berkurangnya pembelian dari luar negeri setelah banyak negara melakukan penimbunan (stockpiling) rare earth pada kuartal II-2026.

Baca Juga: Ekspor China Tumbuh 23,9% pada Juli 2026, Kinerja Produk AI Jadi Penopang

Memasuki musim panas, aktivitas permintaan cenderung melambat sehingga volume pembelian ikut menurun.

Secara kumulatif, ekspor rare earth China selama Januari–Juli 2026 mencapai 34.706 metrik ton, turun 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.