Ekspor Melonjak, Laba BYD Naik 29,8% pada Kuartal II 2026



KONTAN.CO.ID - Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, mencatat kenaikan laba kuartalan untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh lonjakan ekspor yang mampu mengimbangi lemahnya penjualan di pasar domestik China.

BYD merupakan produsen kendaraan listrik terbesar di dunia berdasarkan jumlah pengiriman.


Baca Juga: China Ubah Sistem Penjualan Rumah, Dorong Penjualan Hunian yang Sudah Jadi

Perusahaan tersebut berada di garis depan ekspansi produsen otomotif China ke pasar global, dengan terus meningkatkan pangsa pasar di Eropa dan Asia Tenggara.

Ekspansi ke luar negeri menjadi strategi BYD untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar China yang semakin padat dan kompetitif.

Berdasarkan perhitungan Reuters dari laporan yang disampaikan kepada bursa, laba bersih BYD pada kuartal II 2026 mencapai 8,2 miliar yuan atau sekitar US$ 1,22 miliar.

Angka tersebut meningkat 29,8% secara tahunan (year-on-year/YoY). Kenaikan ini sekaligus mengakhiri tren penurunan laba selama empat kuartal berturut-turut.

Pada kuartal sebelumnya, laba bersih BYD bahkan sempat anjlok 55,4%.

Namun, dari sisi pendapatan, kinerja BYD masih menghadapi tekanan. Pendapatan perusahaan pada kuartal II 2026 turun 3,2% YoY menjadi 194,6 miliar yuan.

Baca Juga: Korban Banjir Nepal-China Tembus 552 Orang, Operasi Penyelamatan Dilanjutkan

Meski demikian, penurunan pendapatan tersebut lebih kecil dibandingkan kontraksi 11,8% yang tercatat pada kuartal I 2026.

Penurunan pendapatan tersebut juga memperpanjang tren pelemahan pendapatan BYD menjadi empat kuartal berturut-turut.

Kinerja terbaru BYD menunjukkan semakin pentingnya pasar ekspor bagi produsen kendaraan listrik China tersebut di tengah persaingan yang semakin ketat di pasar domestik.