Ekspor Minuman Indonesia Masih Memble



JAKARTA. Kinerja ekspor minuman rupanya belum secerah ekspor makanan olahan. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan selama Januari hingga April 2010 ini ekspor minuman tercatat sebesar US$ 18,55 juta naik 4% ketimbang periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$ 17,85 juta. Padahal, pada periode yang sama, ekspor makanan olahan mencapai US$ 111,15 juta atau naik 58% ketimbang empat bulan pertama tahun 2009 lalu.Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengungkapkan, pertumbuhan ekspor minuman Indonesia rendah karena produk minuman memiliki daya tahan yang lebih rendah ketimbang makanan. "Di Indonesia kebanyakan kemasan minuman adalah botol dan cup plastik, sehingga sangat rentan mengalami kerusakan saat pendistribusian," kata Adhi Jum'at (4/6). Menurutnya, hal ini menyebabkan produk minuman Indonesia hanya diekspor sebatas di kawasan Asean dan Timur Tengah.Selain itu, biaya logistik di Indonesia masih jauh lebih mahal ketimbang negara tetangga yang lain. Terang saja, ini membuat produk minuman asal Indonesia menjadi kurang kompetitif. Sekadar gambaran, untuk biaya transportasi logistik di Indonesia biayanya mencapai US$ 0,35 per kilometer (KM). harga ini lebih mahal ketimbang negara tetangga kita seperti Thailand dan Malaysia yang biaya logistiknya sekitar US$ 0,22 per km.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: