KONTAN.CO.ID – ABU DHABI. Ekspor minyak Uni Emirat Arab (UEA) mulai pulih setelah sempat terganggu akibat konflik yang melibatkan Iran dan ketegangan di kawasan Teluk. Negara produsen minyak terbesar di Timur Tengah itu berhasil mengembalikan volume ekspornya hingga mendekati level sebelum perang berkat pemanfaatan jalur distribusi alternatif dan fasilitas penyimpanan strategis. Mengutip laporan Badan Energi Internasional (IEA) yang dikutip Bloomberg (24/6), ekspor minyak UEA mencapai sekitar 4,3 juta barel per hari pada awal Juni 2026. Angka tersebut setara sekitar 85% dari tingkat ekspor sebelum konflik dan melonjak dari hanya sekitar 1,9 juta barel per hari pada Maret lalu, saat eskalasi konflik dengan Iran mulai mengganggu arus perdagangan energi di kawasan. Pemulihan ekspor ditopang oleh jaringan pipa milik UEA yang menghubungkan ladang minyak ke Pelabuhan Fujairah tanpa harus melewati Selat Hormuz. Jalur ini menjadi alternatif penting ketika lalu lintas pelayaran di selat strategis tersebut terganggu.
Ekspor Minyak UEA Pulih Mendekati Level Sebelum Konflik
KONTAN.CO.ID – ABU DHABI. Ekspor minyak Uni Emirat Arab (UEA) mulai pulih setelah sempat terganggu akibat konflik yang melibatkan Iran dan ketegangan di kawasan Teluk. Negara produsen minyak terbesar di Timur Tengah itu berhasil mengembalikan volume ekspornya hingga mendekati level sebelum perang berkat pemanfaatan jalur distribusi alternatif dan fasilitas penyimpanan strategis. Mengutip laporan Badan Energi Internasional (IEA) yang dikutip Bloomberg (24/6), ekspor minyak UEA mencapai sekitar 4,3 juta barel per hari pada awal Juni 2026. Angka tersebut setara sekitar 85% dari tingkat ekspor sebelum konflik dan melonjak dari hanya sekitar 1,9 juta barel per hari pada Maret lalu, saat eskalasi konflik dengan Iran mulai mengganggu arus perdagangan energi di kawasan. Pemulihan ekspor ditopang oleh jaringan pipa milik UEA yang menghubungkan ladang minyak ke Pelabuhan Fujairah tanpa harus melewati Selat Hormuz. Jalur ini menjadi alternatif penting ketika lalu lintas pelayaran di selat strategis tersebut terganggu.
TAG: