KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lonjakan biaya energi mulai menggerus fondasi perdagangan Jepang. Di balik pertumbuhan ekspor yang masih positif, tekanan dari sisi impor kian membesar dan mempersempit ruang surplus Negeri Matahari Terbit ini. Melansir data Bloomberg (22/4), data terbaru menunjukkan ekspor Jepang pada Maret 2026 masih tumbuh 11,7% secara tahunan (year-on-year/YoY), sedikit di atas ekspektasi pasar. Kinerja ini didukung permintaan global yang relatif solid serta kenaikan harga barang ekspor. Namun, cerita utamanya bukan lagi pada ekspor. Impor Jepang justru melonjak lebih tinggi, yakni 10,9% YoY jauh melampaui proyeksi. Kenaikan ini terutama dipicu oleh mahalnya energi dan bahan baku di tengah konflik geopolitik yang belum mereda.
Ekspor Moncer, Surplus Perdagangan Jepang Justru Anjlok
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lonjakan biaya energi mulai menggerus fondasi perdagangan Jepang. Di balik pertumbuhan ekspor yang masih positif, tekanan dari sisi impor kian membesar dan mempersempit ruang surplus Negeri Matahari Terbit ini. Melansir data Bloomberg (22/4), data terbaru menunjukkan ekspor Jepang pada Maret 2026 masih tumbuh 11,7% secara tahunan (year-on-year/YoY), sedikit di atas ekspektasi pasar. Kinerja ini didukung permintaan global yang relatif solid serta kenaikan harga barang ekspor. Namun, cerita utamanya bukan lagi pada ekspor. Impor Jepang justru melonjak lebih tinggi, yakni 10,9% YoY jauh melampaui proyeksi. Kenaikan ini terutama dipicu oleh mahalnya energi dan bahan baku di tengah konflik geopolitik yang belum mereda.