Ekspor Nafta Rusia Melonjak, Indonesia Jadi Salah Satu Konsumer Terbesar



KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Ekspor nafta Rusia ke sejumlah negara Asia seperti Singapura, Indonesia, dan India meningkat tajam pada Maret 2026. Peningkatan ini terjadi seiring tingginya permintaan di Asia akibat terganggunya pasokan energi dari kawasan Teluk.

Berdasarkan data dari LSEG dan sumber pasar, pengiriman dari pelabuhan Rusia ke Singapura melampaui 500.000 ton metrik pada bulan lalu. Sementara itu, ekspor ke India dan Indonesia melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding Februari, masing-masing menjadi sekitar 310.000 ton dan 114.000 ton.

Kenaikan ini dipicu oleh kelangkaan nafta di Asia pada Maret, setelah konflik di Iran mengganggu produksi energi dan distribusi dari Timur Tengah. Kondisi tersebut membuat pasokan di kawasan menjadi ketat dan mendorong permintaan terhadap alternatif, termasuk dari Rusia.


Baca Juga: Ekspor Uni Eropa ke AS Turun Tajam Dua Bulan Beruntun akibat Tarif Trump

Meski demikian, tidak ada satu pun pengiriman nafta Rusia ke Taiwan sepanjang tahun ini. Padahal sebelumnya Taiwan merupakan salah satu pembeli terbesar. Penurunan ini terjadi karena pembeli di Taiwan mengurangi impor akibat tekanan sanksi dari negara-negara Barat, meskipun pasokan bahan baku sedang terbatas.

Lonjakan permintaan di Asia juga mendorong margin keuntungan nafta ke level tertinggi sepanjang sejarah. Namun, Rusia diperkirakan tidak bisa sepenuhnya memanfaatkan kondisi ini karena sebagian fasilitas ekspornya mengalami kerusakan.

Serangan drone yang terjadi pada akhir Maret di pelabuhan Pelabuhan Ust-Luga menghentikan aktivitas pemuatan bahan bakar, termasuk pengolahan kondensat gas dan ekspor nafta dari kompleks milik Novatek.

Di luar Asia, Brasil juga menjadi salah satu pembeli utama nafta Rusia pada Maret. Namun, impor negara tersebut turun 18% dibanding Februari menjadi sekitar 125.000 ton.

Sementara itu, kapal-kapal yang membawa sekitar 160.000 ton nafta dari Rusia dilaporkan menuju area jangkar dekat Port Said. Hingga kini, tujuan akhir pengiriman tersebut belum diketahui.