KONTAN.CO.ID - Ekspor domestik non-minyak Singapura tumbuh 4,0% pada Februari dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data pemerintah yang dirilis Selasa (17/32026). Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan perkiraan kenaikan 5,5% dari survei Reuters.
Baca Juga: Efek Nvidia: Saham Samsung Electronics Lompat 5%, Indeks KOSPI Makin Perkasa Pertumbuhan ekspor bulan ini terutama didorong oleh produk sirkuit terpadu (integrated circuits) dan media penyimpanan disk, sementara ekspor non-elektronik justru menurun. Menurut Enterprise Singapore, di antara pasar utama:
- Ekspor ke Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong meningkat.
- Ekspor ke Indonesia dan Amerika Serikat menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Isu perdagangan juga membayangi data ini. Pekan lalu, AS memulai investigasi praktik perdagangan tidak adil terhadap 16 mitra dagang utama, termasuk Singapura.
Baca Juga: Mata Uang Asia Campur Aduk Selasa (17/3), Baht Thailand Melemah Paling Tajam AS menyoroti surplus perdagangan yang besar atau konsisten serta perluasan kapasitas manufaktur Singapura meski tingkat okupansi industri menurun. Menanggapi hal ini, Kementerian Perdagangan Singapura menyatakan bahwa negara kota tersebut mencatat defisit perdagangan total sekitar US$27 miliar dengan AS dan tingkat okupansi ruang industri berada di sekitar 90%.