Ekspor Nonmigas RI ke China Tembus US$ 40,62 Miliar hingga Juli 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, China masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nonmigas Indonesia ke China mencapai US$ 40,62 miliar, dengan pangsa 25,39% terhadap total ekspor nonmigas.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono memaparkan, China menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia pada periode tersebut.


Baca Juga: BPS: Inflasi Inti Naik Jadi 2,92% pada Agustus 2026

Setelah China, Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor nonmigas terbesar kedua dengan nilai US$ 19,19 miliar atau memiliki pangsa 11,99%. Kemudian, India berada di posisi ketiga dengan nilai ekspor nonmigas sebesar US$11 miliar, dengan pangsa 6,87%.

“Ekspor ke tiga negara tersebut memberikan share sebesar 44,25% dari total ekspor nonmigas periode Januari-Juli 2026,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).

Sementara itu, ekspor nonmigas Indonesia ke ASEAN memiliki pangsa 19,85%, sedangkan Uni Eropa sebesar 7,02%. Adapun negara dan kawasan lainnya menyumbang 28,88%.

BPS mencatat, ekspor nonmigas Indonesia ke China masih didominasi oleh komoditas besi dan baja.

Pada Januari-Juli 2026, nilai ekspor besi dan baja ke China mencapai US$ 10,64 miliar, dengan pangsa 26,18% dari total ekspor nonmigas ke negara tersebut. Nilainya tumbuh 2,16% secara tahunan.

Selanjutnya, ekspor nikel dan barang daripadanya mencapai US$ 6,20 miliar atau memiliki pangsa 15,26%. Komoditas ini mencatat pertumbuhan cukup tinggi, yakni 59,17% secara tahunan.

Baca Juga: BPS: Kunjungan Wisman ke Indonesia Capai 1,52 Juta pada Juli 2026

Kemudian, ekspor bahan bakar mineral mencapai US$ 5,85 miliar, dengan pangsa 14,41%. Nilai ekspor komoditas tersebut tumbuh 18,09% secara tahunan.

Sementara itu, struktur ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat lebih banyak ditopang oleh produk manufaktur. Ekspor mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya mencapai US$ 2,99 miliar, disusul alas kaki US$ 1,71 miliar serta pakaian dan aksesorinya (rajutan) US$ 1,70 miliar.

Adapun ekspor nonmigas ke India terutama berasal dari bahan bakar mineral sebesar US$ 3,55 miliar, lemak dan minyak hewani/nabati US$1,92 miliar, serta mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar US$ 1,09 miliar.

Lebih lanjut, Indonesia juga melakukan ekspor ke wilayah Uni Eropa mencapai 17,02% dari total ekspor nonmigas, dan ke negara lainnya mencapai 28,88%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News