Ekspor Produk Engineering India Melonjak 21% pada Juni, China Jadi Pendorong Utama



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja ekspor produk rekayasa (engineering goods) India mencatat pertumbuhan kuat pada Juni 2026. Nilai ekspor sektor ini naik 21% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi US$11,48 miliar, didorong oleh meningkatnya permintaan dari China, Amerika Serikat, Jerman, dan Oman.

Mengutip Reuters, Senin (27/7/2026), asosiasi eksportir produk rekayasa India Engineering Export Promotion Council (EEPC India) menyebut capaian tersebut diraih di tengah kekhawatiran pelaku usaha terhadap gangguan jalur pelayaran di Laut Merah (Red Sea) dan Selat Hormuz yang meningkatkan risiko logistik global.

Ekspor produk rekayasa India ke China melonjak 74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi US$361,47 juta. Secara keseluruhan, ekspor India ke China juga meningkat hampir 37% pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 hingga mencapai sekitar US$20 miliar.


Peningkatan ekspor sektor rekayasa menjadi penopang penting bagi perdagangan barang India secara keseluruhan yang saat ini menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya angkut, premi asuransi, dan biaya transit setelah terganggunya rute pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz.

Sepanjang kuartal pertama tahun fiskal 2026/2027 atau periode April–Juni 2026, ekspor produk rekayasa India—yang menyumbang lebih dari seperempat total ekspor barang negara tersebut—naik 18,09% menjadi US$34,14 miliar, dibandingkan US$28,91 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Harga Tembaga Menguat Senin (27/7) usai Harga Minyak Anjlok, Pasar Pantau The Fed

Amerika Serikat Tetap Jadi Pasar Terbesar

Amerika Serikat masih menjadi tujuan ekspor terbesar bagi produk rekayasa India dengan nilai pengiriman mencapai US$1,95 miliar selama Juni.

Sementara itu, ekspor ke Oman melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi hampir US$259 juta, menjadikannya salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat.

Berdasarkan estimasi cepat pemerintah yang dikutip EEPC India, produk rekayasa menyumbang 28,4% dari total ekspor barang India pada Juni 2026.

Ketua EEPC India, Pankaj Chadha, mengatakan sektor ini mampu mempertahankan kinerja positif meskipun perdagangan internasional masih terganggu akibat konflik di Asia Barat dan Timur Tengah.

"Ekspor produk rekayasa dalam tiga bulan terakhir pada tahun fiskal berjalan tetap berada di atas US$10 miliar," kata Chadha.

"Dukungan pemerintah yang berkelanjutan masih dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan di tengah munculnya berbagai risiko baru," tambahnya.

Ekspor ke Timur Tengah Beragam

EEPC India mencatat ekspor produk rekayasa meningkat di seluruh kawasan dunia sepanjang Juni. Namun, pengiriman ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi mengalami penurunan.

Baca Juga: SoftBank Gandeng 21 Kreditur Baru Danai Investasi Jumbo di OpenAI

Meski demikian, lonjakan ekspor ke Oman berhasil menjaga pertumbuhan ekspor produk rekayasa India ke kawasan Asia Barat dan Afrika Utara tetap berada di zona positif.

India juga berhasil membukukan kenaikan ekspor ke Turki, membalikkan penurunan signifikan yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Dari sisi produk, sebanyak 27 dari 34 kategori produk rekayasa mencatat pertumbuhan secara tahunan pada Juni 2026.

Sebaliknya, beberapa kategori masih mengalami penurunan ekspor, antara lain produk timbal dan turunannya, mesin pembakaran dalam (internal-combustion engines), crane, lift, serta peralatan kantor.

Kinerja positif sektor rekayasa ini menunjukkan ketahanan industri manufaktur India di tengah tantangan geopolitik dan gangguan rantai pasok global yang masih membayangi perdagangan internasional.

TAG: