JAKARTA. Masih minimnya penggunaan bus gandeng berbahan bakar compressed natural gas (CNG) alias gas, mendorong PT Asian Auto International (AAI) memperluas pasar ke mancanegara. Untuk meningkatkan kapasitas produksi, perusahaan akan menyiapkan dana sebesar US$ 150 juta.AAI menamai bus produksinya "Komodo". Dian Permata, komisaris PT AAI , mengatakan perusahaannya akan mengekspor Komodo ke pasar Asia Tenggara. "Semuanya sedang kita siapkan," katanya, Selasa (23/9). Menurut Dian, pasar bus gandeng sangat potensial, karena saat ini yang terkenal telah mengoperasikan bus way dengan konsep gandeng, adalah Indonesia.PT AAI adalah perusahaan PMA asal Malaysia. Bekerjasama dengan perusahaan lokal, PT AAI memproduksi bus gandeng bernama Komodo sejak 1997, dan bus single berbahan bakar CNG. Investasi yang telah dibenamkan mencapai US$ 10 juta.
Ekspor "Komodo", AAI Siap Investasi US$ 150 juta
JAKARTA. Masih minimnya penggunaan bus gandeng berbahan bakar compressed natural gas (CNG) alias gas, mendorong PT Asian Auto International (AAI) memperluas pasar ke mancanegara. Untuk meningkatkan kapasitas produksi, perusahaan akan menyiapkan dana sebesar US$ 150 juta.AAI menamai bus produksinya "Komodo". Dian Permata, komisaris PT AAI , mengatakan perusahaannya akan mengekspor Komodo ke pasar Asia Tenggara. "Semuanya sedang kita siapkan," katanya, Selasa (23/9). Menurut Dian, pasar bus gandeng sangat potensial, karena saat ini yang terkenal telah mengoperasikan bus way dengan konsep gandeng, adalah Indonesia.PT AAI adalah perusahaan PMA asal Malaysia. Bekerjasama dengan perusahaan lokal, PT AAI memproduksi bus gandeng bernama Komodo sejak 1997, dan bus single berbahan bakar CNG. Investasi yang telah dibenamkan mencapai US$ 10 juta.