KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Implementasi mandatori biodiesel B50 diperkirakan belum akan mengganggu kinerja ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya hingga akhir 2026. Meski penyerapan CPO di pasar domestik meningkat, ketersediaan pasokan dinilai masih mencukupi untuk memenuhi permintaan ekspor. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, tambahan kebutuhan bahan baku CPO untuk program B50 diperkirakan mencapai sekitar 1,74 juta ton, sehingga total kebutuhan CPO untuk biodiesel mencapai sekitar 14,4 juta ton sepanjang tahun ini. "Kalau tahun ini seharusnya tidak ada masalah. Walaupun terjadi El Nino, kebutuhan tambahan bahan baku CPO untuk B50 maksimum sekitar 1,74 juta ton atau secara total sekitar 14,4 juta ton," ujar Eddy kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).
Ekspor Sawit Masih Prospektif Meski B50 Serap CPO Domestik
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Implementasi mandatori biodiesel B50 diperkirakan belum akan mengganggu kinerja ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya hingga akhir 2026. Meski penyerapan CPO di pasar domestik meningkat, ketersediaan pasokan dinilai masih mencukupi untuk memenuhi permintaan ekspor. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, tambahan kebutuhan bahan baku CPO untuk program B50 diperkirakan mencapai sekitar 1,74 juta ton, sehingga total kebutuhan CPO untuk biodiesel mencapai sekitar 14,4 juta ton sepanjang tahun ini. "Kalau tahun ini seharusnya tidak ada masalah. Walaupun terjadi El Nino, kebutuhan tambahan bahan baku CPO untuk B50 maksimum sekitar 1,74 juta ton atau secara total sekitar 14,4 juta ton," ujar Eddy kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).