KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Amerika Serikat (AS) berkomitmen memberikan tarif resiprokal 0% alias bebas tarif untuk sejumlah produk tekstil dan apparel atau pakaian jadi asal Indonesia. Namun, fasilitas tersebut akan dibatasi melalui mekanisme kuota impor. Komitmen tersebut tertuang dalam dokumen berjudul Fach sheet : Trump Administration Finalizes Trade Deal With Indonesia yang dirilis The White House pada Jumat (20/2/2026). Dalam skema tersebut, AS akan membentuk mekanisme yang memungkinkan produk tekstil dan apparel Indonesia menikmati tarif 0% untuk volume tertentu impor tekstil dan pakaian. Namun volume kuota itu akan ditentukan berdasarkan jumlah ekspor tekstil yang diproduksi dari kapas dan serat buatan asal Amerika Serikat. Baca Juga: Ditjen Pajak Catat 3,26 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan di Coretax "Amerika Serikat berkomitmen membentuk mekanisme yang memungkinkan sejumlah produk tekstil dan pakaian jadi dari Indonesia menerima tarif resiprokal 0% untuk volume tertentu impor tekstil dan pakaian. Volume ini akan ditentukan berdasarkan jumlah ekspor tekstil yang diproduksi dari kapas dan serat buatan asal Amerika Serikat," tulis dokumen tersebut, Jumat (20/2/2026) Senada, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, khusus untuk tekstil dan apparel, fasilitas tarif nol persen diberikan melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ). Artinya produk tekstil dan apparel Indonesia bebas tarif hingga batas kuota tertentu, dan tarif normal berlaku setelah kuota terlampaui. "Khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, Amerika juga akan memberikan tarif 0% dengan mekanisme Tariff Rate Quota atau TRQ," ungkap Airlangga dalam konferensi pers virtual langsung dari Washington DC, Jumat (20/2/2026). Menurut Airlangga, kebijakan ini akan memberikan dampak signifikan bagi industri padat karya nasional. “Ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini. Kalau dihitung dengan keluarganya, sangat berpengaruh terhadap sekitar 20 juta masyarakat Indonesia,” jelasnya. Secara umum dalam ART terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik sektor pertanian maupun industri yang mendapat tarif 0% di pasar AS antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, serta komponen pesawat terbang. Skema tersebut dinilai membuka peluang ekspor yang lebih kompetitif ke pasar AS, sekaligus mendorong penggunaan bahan baku asal Amerika dalam rantai pasok tekstil Indonesia. Pemerintah menyebut, kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat akses pasar Indonesia ke AS sekaligus menjaga keberlanjutan industri tekstil nasional di tengah ketatnya persaingan global.
Ekspor Tekstil dan Apparel RI ke AS Bebas Tarif 0%, Tapi Kuota Dibatasi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Amerika Serikat (AS) berkomitmen memberikan tarif resiprokal 0% alias bebas tarif untuk sejumlah produk tekstil dan apparel atau pakaian jadi asal Indonesia. Namun, fasilitas tersebut akan dibatasi melalui mekanisme kuota impor. Komitmen tersebut tertuang dalam dokumen berjudul Fach sheet : Trump Administration Finalizes Trade Deal With Indonesia yang dirilis The White House pada Jumat (20/2/2026). Dalam skema tersebut, AS akan membentuk mekanisme yang memungkinkan produk tekstil dan apparel Indonesia menikmati tarif 0% untuk volume tertentu impor tekstil dan pakaian. Namun volume kuota itu akan ditentukan berdasarkan jumlah ekspor tekstil yang diproduksi dari kapas dan serat buatan asal Amerika Serikat. Baca Juga: Ditjen Pajak Catat 3,26 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan di Coretax "Amerika Serikat berkomitmen membentuk mekanisme yang memungkinkan sejumlah produk tekstil dan pakaian jadi dari Indonesia menerima tarif resiprokal 0% untuk volume tertentu impor tekstil dan pakaian. Volume ini akan ditentukan berdasarkan jumlah ekspor tekstil yang diproduksi dari kapas dan serat buatan asal Amerika Serikat," tulis dokumen tersebut, Jumat (20/2/2026) Senada, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, khusus untuk tekstil dan apparel, fasilitas tarif nol persen diberikan melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ). Artinya produk tekstil dan apparel Indonesia bebas tarif hingga batas kuota tertentu, dan tarif normal berlaku setelah kuota terlampaui. "Khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, Amerika juga akan memberikan tarif 0% dengan mekanisme Tariff Rate Quota atau TRQ," ungkap Airlangga dalam konferensi pers virtual langsung dari Washington DC, Jumat (20/2/2026). Menurut Airlangga, kebijakan ini akan memberikan dampak signifikan bagi industri padat karya nasional. “Ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini. Kalau dihitung dengan keluarganya, sangat berpengaruh terhadap sekitar 20 juta masyarakat Indonesia,” jelasnya. Secara umum dalam ART terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik sektor pertanian maupun industri yang mendapat tarif 0% di pasar AS antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, serta komponen pesawat terbang. Skema tersebut dinilai membuka peluang ekspor yang lebih kompetitif ke pasar AS, sekaligus mendorong penggunaan bahan baku asal Amerika dalam rantai pasok tekstil Indonesia. Pemerintah menyebut, kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat akses pasar Indonesia ke AS sekaligus menjaga keberlanjutan industri tekstil nasional di tengah ketatnya persaingan global.
TAG: