Ekspor terpengaruh isu global tahun depan, Darmin: Tak terelakkan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memperkirakan bahwa aktivitas ekspor dan impor pada tahun depan akan terpapar risiko dari perdagangan dunia. Dengan demikian, ekspor diperkirakan hanya tumbuh 6% sampai 7,2% tahun depan. Sementara impor diperkirakan tumbuh 6,3% sampai 7,6%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dengan adanya tantanban ini, pemerintah bisa melakukan respon. Namun demikian, pengaruh dari apa yang terjadi di luar negeri ini tidak bisa terelakkan.

"Kalau mau tidak terpengaruh ya tidak bisa, namanya mereka juga macam-macam (isu perang dagang)," kata Darmin di Gedung DPR RI, Kamis (7/6).


Contohnya saja, beberapa waktu lalu ada kebijakan tarif baru yang diberlakukan AS terhadap baja dan aluminium impor asal Uni Eropa. Adapun setelahnya, Uni Eropa menyatakan akan mulai memberlakukan serangkaian tarif baru bagi produk-produk impor dari Amerika Juli mendatang.

"Jangan terlalu risau dengan persoalan hari per hari. Memang kita tidak ingin situasi ini tapi AS punya presiden yang unik," ujar dia.

Dengan ekspor yang diprediksi terkena gangguan, Bank Indonesia (BI) melihat CAD tahun depan sebesar 2%-2,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan perkembangan itu, kurs rupiah 2019 diprediksi bergerak rata-rata di kisaran Rp 13.800-Rp 14.100 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto