Ekspor Vietnam Melonjak 27,4%, Nilainya Diperkirakan Tembus US$ 499 Miliar



KONTAN.CO.ID - Vietnam diperkirakan mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 6,8 miliar pada Oktober 2026.

Proyeksi tersebut berpotensi mempersempit defisit perdagangan kumulatif negara tersebut sepanjang Januari-Oktober 2026 menjadi US$ 12,7 miliar.

Mengutip Reuters, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam menyampaikan bahwa ekspor negara tersebut selama Januari-Oktober 2026 diperkirakan mencapai US$ 499 miliar.


Baca Juga: Saham Bank dan Energi Naik, Bursa Australia Sentuh Level Tertinggi 7 Pekan

Nilai itu meningkat 27,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year-on-year (YoY).

Sektor industri dan manufaktur menjadi penopang utama ekspor Vietnam. Kementerian mencatat, kontribusi sektor tersebut mencapai 87,4% dari total pengiriman ekspor selama sepuluh bulan pertama tahun ini.

Dengan pertumbuhan ekspor tersebut, Vietnam diperkirakan mampu melampaui target pertumbuhan ekspor tahunan sebesar 15%-16% pada 2026.

Pemerintah Vietnam juga telah menetapkan target pertumbuhan ekspor tahunan sebesar 15%-16% untuk periode 2026-2030.

Dalam jangka panjang, Vietnam membidik nilai ekspor mencapai US$ 765 miliar hingga sekitar US$ 1 triliun pada 2030.

Baca Juga: Berkat OpenAI, Microsoft Raup Rp181,7 Triliun dalam Tiga Bulan

Kinerja perdagangan tersebut mencerminkan kuatnya peran sektor industri dan manufaktur dalam menopang ekspor Vietnam.

Pemerintah negara itu terus menargetkan peningkatan ekspor sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun mendatang.