Eksportir sudah menghentikan pembelian rotan



JAKARTA. Meskipun ekspor rotan masih bisa dilakukan hingga akhir tahun 2011, ternyata para eksportir sudah menghentikan pembelian rotan dari petani pengumpul. Maklum perpanjangan izin ekspor rotan pada masa Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu tidak disertai dengan kuota ekspor yang diizinkan. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia (APRI), Julius Hoesan mengatakan ekspor rotan sesuai Permendag 28 tahun 2011 yang merupakan perpanjangan Permendag 36 tahun 2009 masih diizinkan sampai 31 Desember 2011. "Sayangnya alokasi kuota ekspor tidak kunjung keluar, jadi sama saja kami tidak bisa ekspor," kata Julius, Kamis (17/11). Terkait hal itu, maka para eksportir rotan sejak pertengahan bulan lalu sudah menghentikan pembelian rotan dari para petani pengumpul di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Produksi rotan di dalam negeri selama ini didominasi dari Kalimantan sekitar 50%, Sulawesi 40% dan Sumatera 10%. Sekjen APRI, Lisman Sumardjani mengatakan saat ini ekspor rotan yang dilakukan hanya sisa kuota yang telah disetujui tapi belum direalisasikan. "Bisa dikatakan ekspor rotan sudah berhenti total," terang Lisman. Dengan dihentikannya pembelian rotan dari petani itu, maka para petani pengumpul yang paling merasakan dampaknya karena tidak lagi ada penghasilan. Julius sendiri berharap pemerintah tetap membuka kran ekspor rotan. Jenis rotan di Indonesia ada sekitar 350 jenis. Dari jumlah itu hanya 7 atau 8 jenis saja yang dipergunakan di dalam negeri. Itu pun hanya rotan dengan diameter tertentu yang dipergunakan. Jenis yang dipergunakan di antaranya rotan batang, lambang, manuk dan tohiti. Selama ini menurutnya ekspor yang dilakukan adalah memanfaatkan sisa rotan yang tidak terserap dan juga jenis yang tidak terpakai di dalam negeri. Namun Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Benny Wahyudi membantah. Menurutnya semua jenis rotan yang dikumpulkan petani sebenarnya dipakai oleh industri mebel di dalam negeri. "Jenis yang tidak dipakai tidak ditebang tetap berada dihutan biar lestari," kata Benny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: