KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pangan di tengah potensi dampak El Nino terhadap produksi komoditas pangan. Salah satu langkah yang tengah dikaji adalah pemberian insentif untuk mengantisipasi tekanan terhadap sektor pertanian. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah masih menghitung kebutuhan anggaran dan skema insentif yang diperlukan untuk menghadapi dampak El Nino. Hal tersebut disampaikan Airlangga saat ditemui di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/8/2026).
Menurut Airlangga, perhitungan kebutuhan mitigasi saat ini dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Pemerintah juga terus memantau perkembangan kondisi pangan dan dampak perubahan cuaca tersebut terhadap produksi pertanian. "Dihitungnya di Kementerian Pertanian, kita monitor aja dulu," katanya.
Baca Juga: Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Diprediksi Naik Jadi 7,35% pada Akhir 2026 Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yidhi Sadewa juga memastikan pemerintah telah menyiapkan tambahan anggaran untuk menangani dampak El Nino pada semester II-2026. Namun, Purbaya belum mengungkapkan secara rinci nilai anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program tersebut. "Ada tambahan dana untuk El Nino, tapi saya jumlahnya lupa. Itu untuk mengatasi dampak El Nino saja," ujar Purbaya kepada awak media, Senin (3/8/2026). Purbaya menjelaskan, tambahan anggaran tersebut merupakan bagian dari paket stimulus yang tengah dipersiapkan pemerintah. Sebagian alokasi anggaran berpotensi dimasukkan ke dalam skema stimulus ekonomi, meski pemerintah masih melakukan penghitungan secara lebih detail. "Mungkin sebagian di sana, tapi kita belum hitung dengan detail. Tapi ada, sudah kita wacanakan dan besaran kasarnya sudah ada," katanya.
Dampak El Nino terhadap Produksi Pangan
Pengamat pertanian Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, menilai El Nino berpotensi memberikan tekanan terhadap produktivitas lahan pertanian, terutama wilayah yang bergantung pada curah hujan serta jaringan irigasi sekunder.
Baca Juga: Menteri Pariwisata Dorong Festival Golo Koe Perkuat Pariwisata di Labuan Bajo Meski demikian, Eliza menilai kondisi pasokan pangan nasional, khususnya beras, masih relatif aman. Hal ini didukung oleh produksi beras serta posisi stok beras pemerintah yang berada pada level tertinggi, yakni mencapai 5,25 juta ton.
Menurut dia, kondisi stok tersebut memberikan bantalan bagi pemerintah dalam menghadapi potensi gangguan produksi akibat El Nino. Kendati demikian, risiko terhadap harga pangan tetap perlu diwaspadai. Eliza menyoroti potensi meningkatnya tekanan terhadap inflasi pangan apabila gangguan produksi dan distribusi berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. "Dampak material terhadap inflasi pangan dan daya beli lebih bergantung pada keberhasilan mitigasi air dan distribusi dalam 3-6 bulan ke depan," jelasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News