El Nino Mengintai, Perbankan Perkuat Mitigasi Risiko Kredit Sektor yang Terdampak



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan memperkuat pemantauan risiko kredit di tengah potensi dampak El Nino. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas kredit apabila gangguan produksi dan pendapatan debitur mulai mempengaruhi kemampuan pembayaran. Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan tumbuh 13,65% secara tahunan pada Juli 2026, sementara Non-Performing Loan (NPL) sebesar 2,10% secara bruto dan 0,81% secara neto. Berdasarkan data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) BI, kredit bank persero ke sektor pertanian, kehutanan dan perikanan mencapai Rp 439,39 triliun pada Juli 2026, tumbuh 10,58% year on year (yoy).

Baca Juga: OJK Catat 10 Fintech P2P Lending Belum Penuhi Modal Rp 12,5 Miliar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan, El Nino menjadi salah satu risiko iklim yang perlu dicermati industri perbankan. Pasalnya, dampaknya dapat menjalar dari sektor riil ke sektor keuangan dan mempengaruhi kualitas aset, profitabilitas, likuiditas hingga permodalan bank. "Dari perspektif sektor keuangan, El Nino yang menjadi salah satu cakupan dalam risiko iklim, dan menjadi salah satu fokus pengaturan dan pengembangan OJK mengingat dampaknya berpotensi menjalar dari sektor riil ke sektor keuangan dan pada akhirnya memengaruhi kualitas aset, profitabilitas, likuiditas, dan tingkat permodalan bank," kata Dian dalam jawaban tertulis, Senin (21/9/2026). Dian menyebut sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan memiliki ketergantungan tinggi terhadap kondisi cuaca. Gangguan produksi, peningkatan biaya operasional serta penurunan pendapatan dapat mempengaruhi kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban kredit. Dari sisi pencadangan, PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat NPL coverage sebesar 152,3% dan LAR coverage sebesar 42,9% pada semester I-2026. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kualitas kredit pada sektor yang kemungkinan terdampak masih terjaga. Namun, bank tetap mencermati potensi risiko yang muncul akibat El Nino. "Kualitas kredit sektor tersebut masih terjaga baik. Namun tentu saja kami tetap memantau semua faktor risiko termasuk El Nino dalam account quality management," ujar Lani kepada Kontan, Senin (5/10/2026). Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat pada semester I-2026, LAR coverage BCA mencapai 68,7%, sedangkan NPL coverage mencapai 165,5%.

Baca Juga: Pergadaian Swasta Skala Nasional Bertambah, Budi Gadai: Persaingan Bisnis Meningkat Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, BCA melakukan mitigasi dengan memantau risiko konsentrasi kredit, penggunaan limit dan kualitas portofolio. "BCA senantiasa mencermati dinamika makroekonomi, baik domestik maupun global, termasuk dampak El Nino terhadap beberapa sektor ekonomi," ujar Hera kepada Kontan, Senin (5/10/2026). Selain itu Hera mengatakan BCA terus menjaga komunikasi dengan debitur yang diperkirakan bisnisnya terdampak serta mengevaluasi sektor industri berdasarkan prospek dan kinerja usaha. BCA juga menerapkan early warning system untuk mendeteksi potensi debitur bermasalah. Di sisi lain, Direktur Kepatuhan OK Bank Efdinal Alamsyah mengatakan portofolio kredit ke sektor yang kemungkinan terdampak El Nino masih dalam kondisi lancar. "Portofolio kredit kami ke sektor tersebut sangat kecil, yakni kurang dari 0,5% dari total kredit. Seluruhnya dalam kondisi lancar. Selain itu eksposur kami kepada sektor tersebut sejauh ini tidak terdampak secara material oleh fenomena El Nino," kata Efdinal kepada Kontan, Senin (5/10/2026).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: