Elliott Management Tantang Buyout Toyota Industries, Tawar Saham di Harga Pasar



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Manajer investasi aktivis asal Amerika Serikat, Elliott Management, dikabarkan menawarkan pembelian saham Toyota Industries di kisaran harga pasar kepada para pemegang saham yang telah menyetujui tender offer dari grup Toyota.

Langkah ini disebut sebagai upaya menantang proposal akuisisi yang dinilai terlalu rendah oleh investor tersebut.

Berdasarkan informasi dari dua sumber yang mengetahui rencana tersebut, Elliott telah mendekati sejumlah pemegang saham, termasuk pemasok dan institusi keuangan yang sebelumnya mendukung rencana privatisasi (take-private) Toyota Industries oleh grup Toyota.


Informasi ini dilaporkan untuk pertama kalinya, sementara Elliott dan Toyota memilih tidak memberikan komentar resmi.

Baca Juga: Koji Sato Sempat Jadi Harapan, Kini Toyota Beralih ke Kenta Kon

Tantangan terhadap Rencana Buyout Toyota

Jika Elliott berhasil menarik dukungan pemegang saham, hal itu berpotensi mengurangi partisipasi dalam aksi buyout dan menghambat upaya Toyota untuk merombak struktur grupnya.

Kasus ini dipandang luas sebagai ujian penting bagi tata kelola perusahaan (corporate governance) di Jepang. Regulator Jepang dalam beberapa tahun terakhir mendorong perusahaan untuk membongkar praktik kepemilikan silang (cross-shareholding) dan meningkatkan efisiensi penggunaan modal.

Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, saham Toyota Industries berada di level 20.200 yen per saham, atau sekitar 130 dolar AS. Harga tersebut sekitar 7% lebih tinggi dibandingkan tawaran 18.800 yen per saham yang diajukan Toyota pada Juni lalu.

Bulan ini, Toyota memperpanjang masa penawaran karena belum memperoleh dukungan pemegang saham yang memadai.

Elliott Nilai Saham Lebih dari 26.000 Yen

Elliott sebelumnya menyatakan bahwa nilai wajar saham Toyota Industries berada di atas 26.000 yen per saham. Berdasarkan laporan awal Februari, Elliott menguasai sekitar 7% saham perusahaan tersebut. Sesuai aturan bursa, setiap perubahan kepemilikan sebesar 1% atau lebih wajib dilaporkan.

Baca Juga: Toyota Luncurkan EV Pertama Buatan AS, Highlander Listrik Meluncur Akhir Tahun

Toyota telah menaikkan harga penawarannya pada Januari dan menegaskan bahwa harga yang direvisi tersebut telah mencerminkan nilai intrinsik perusahaan. Manajemen juga menyatakan tidak memiliki rencana untuk kembali menaikkan harga.

Hingga pertengahan Februari, Toyota masih membutuhkan dukungan tambahan sekitar 9% pemegang saham untuk mencapai ambang batas dua pertiga kepemilikan yang diperlukan guna menguasai perusahaan secara penuh.

Dukungan dari Institusi Keuangan dan Pemasok

Sejumlah pemegang saham besar telah menyatakan kesediaan untuk menjual saham mereka dalam tender offer tersebut. Di antaranya adalah Ibiden, serta perusahaan asuransi Mitsui Sumitomo Insurance dan Tokio Marine & Nichido Fire Insurance, sebagaimana tercantum dalam dokumen pengajuan Januari lalu.

Ibiden sendiri telah mengumumkan rencana untuk mengurangi praktik kepemilikan silang dan menyatakan bahwa penjualan saham Toyota Industries akan meningkatkan nilai korporasi serta memberikan manfaat bagi pemegang sahamnya.

Selanjutnya: Penjualan Mobil Bekas Melejit 100%, Pedagang Sampai Rebutan Stok

Menarik Dibaca: 9 Minuman Probiotik yang Bagus untuk Kesehatan Usus