KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk (
ELSA), emiten jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, membukukan kinerja operasional yang solid sepanjang semester I-2026. Konsistensi aktivitas di seluruh lini bisnis mencerminkan ketahanan model bisnis ELSA, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra strategis industri energi nasional dalam mendukung peningkatan produksi migas dan ketahanan energi Indonesia.
Direktur Utama Elnusa Litta Ariesca mengatakan, capaian semester I-2026 menjadi bukti konsistensi ELSA dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis industri energi nasional. Di tengah dinamika industri energi, manajemen ELSA terus memastikan perusahaan mampu tumbuh dengan fondasi yang kuat. Selain menjaga keandalan operasional, ELSA juga memperkuat kapabilitas teknologi melalui berbagai kolaborasi strategis, memperluas implementasi inovasi, meningkatkan produktivitas aset, dan mengembangkan solusi energi yang semakin terintegrasi. "Selaras dengan semangat Rediscover Technology & Innovation Edge, kami ingin memastikan setiap inovasi yang kami hadirkan tidak berhenti sebagai pengembangan teknologi, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi pelanggan melalui peningkatan efisiensi, optimalisasi produksi, serta penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan," ungkap dia dalam keterbukaan informasi, Jumat (31/7/2026).
Baca Juga: Permintaan Emas di Indonesia Melonjak 40%, Simak Prospeknya hingga Akhir 2026 ELSA terus memperkuat kapabilitas teknologi melalui kolaborasi strategis dengan Technology Innovation & Implementation (TI&I) PT Pertamina (Persero) serta PHE Upstream Innovation (PHE-UI) dalam pengembangan dan komersialisasi inovasi guna mendukung ketahanan energi dan keberlanjutan industri migas nasional. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis Polymer Flooding pada Pilot Project EOR Lapangan Rama milik PHE OSES, pengembangan PERTASTREAM In-Line Inspection Ultrasonic Testing (ILI UT) Tool, berbagai inovasi seperti Foam Pig, Pertasolven, Micro-Crack Stimulation, dan Pertacross, serta layanan akuisisi data Pertapixel. Sementara itu, melalui kerja sama strategis dengan PHE Upstream Innovation (PHE-UI), ELSA turut mengomersialkan inovasi teknologi seismik Low Frequency Passive Seismic (LFPS) dan Shallow Water Passive Seismic (SWPS). Berbagai kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata komitmen ELSA dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi dan inovasi yang meningkatkan efisiensi operasi, mengoptimalkan produksi migas, memperkuat kemandirian teknologi nasional, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan mendukung transformasi sektor energi Indonesia. Pada segmen jasa hulu migas terintegrasi, ELSA terus memperkuat perannya dalam mendukung eksplorasi dan produksi migas nasional. Hingga semester I-2026, ELSA menyelesaikan akuisisi data seismik 3D seluas 1.757 kilometer persegi (km²) dan survei 2D sepanjang 193 kilometer (km), didukung layanan wireline logging pada 662 sumur, well testing pada 3.855 sumur, Coiled Tubing Services (CTS) pada 289 sumur, cementing pada 121 sumur, Hydraulic Workover Unit (HWU) pada 112 sumur, serta dukungan Modular Rig untuk pengeboran di Pertamina Hulu Sanga-Sanga. Sejumlah proyek strategis, termasuk Seismic Onshore 2D & 3D Tedong, Seismic Onshore 3D Mangatal Juata, dan Seismic Offshore 3D Kandawulo, juga terus berjalan sesuai target dan menjadi bagian dari pipeline pertumbuhan ELSA. Pada lini Engineering, Procurement and Construction (EPC), ELSA melanjutkan pengerjaan proyek strategis Terminal LPG Kolaka dan Fuel Terminal Palaran yang mendukung penguatan infrastruktur energi nasional. Sementara itu, pada segmen Distribusi & Logistik Energi, PT Elnusa Petrofin mencatat volume transportasi BBM mencapai 14 juta kiloliter, pengelolaan depo sebanyak 1.918.000 kiloliter BBM dan 62.000 ton LPG, distribusi BBM Inmar dan pelumas sebesar 92.000 kiloliter, distribusi bahan kimia sebanyak 73.000 drum, serta penjualan melalui jaringan fuel retail sebesar 6 ribu kiloliter, mencerminkan tingginya aktivitas operasional dan kepercayaan pelanggan.
Kontribusi pertumbuhan juga berasal dari segmen jasa penunjang migas. PT Sigma Cipta Utama mempertahankan tingkat utilisasi aset sebesar 95% dengan 19 kontrak in hand pada layanan Data & Storage Management. PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi memperoleh proyek baru EPC Bangko, sementara PT Elnusa Trans Samudera membukukan Non-Productive Time (NPT) sebesar 0,041%, mengelola 21 proyek non-asset based, serta mengoperasikan 65 unit aset, mencerminkan keunggulan operasional dan disiplin eksekusi di seluruh entitas anak. Menurut Litta, prospek industri energi nasional yang tetap positif, didukung peningkatan aktivitas eksplorasi, pengembangan lapangan migas, serta kebutuhan solusi berbasis teknologi, membuka ruang pertumbuhan yang berkelanjutan bagi ELSA.
ELSA akan terus mengoptimalkan sinergi di lingkungan Pertamina Group, memperkuat kapabilitas teknologi dan sumber daya manusia, serta meningkatkan efisiensi operasional guna menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan pemegang saham. ELSA juga optimistis momentum positif semester I-2026 menjadi fondasi yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan pada semester berikutnya. "Dengan portofolio bisnis yang semakin terintegrasi, inovasi yang terus berkembang, serta disiplin dalam eksekusi operasional, Elnusa berada pada posisi yang baik untuk menangkap peluang pertumbuhan industri energi sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup Litta. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News