KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk (
ELSA) telah merealisasikan belanja modal atau
capital expenditure (capex) sebesar Rp 370 miliar di periode Januari-September 2026. Manager of Corporate Communications ELSA Jayanty Oktavia Maulina menyatakan, sepanjang sembilan bulan 2026, ELSA telah merealisasikan belanja Rp 370 miliar yang setara 61% dari total anggaran tahun ini sebesar sekitar Rp 600 miliar. "Angka ini meningkat dari tingkat penyerapan sekitar 35% pada semester I-2026," katanya kepada Kontan, Rabu (28/10/2026).
Dengan demikian, ia menjelaskan masih terdapat sekitar 39% atau Rp 230 miliar alokasi belanja modal yang direncanakan untuk direalisasikan Elnusa pada sisa tahun ini.
Baca Juga: Dorong Kinerja Penerbangan, AirAsia Indonesia (CMPP) Optimalkan Libur Akhir Tahun Sejalan dengan strategi pertumbuhan yang dilakukan Elnusa, perusahaan berupaya mengarahkan investasi secara selektif dan terukur untuk memperkuat kapasitas operasional, meningkatkan produktivitas aset, serta mendukung pengembangan bisnis yang memberikan nilai tambah berkelanjutan. Jayanty memerinci, prioritas investasi mencakup penguatan bisnis distribusi dan logistik energi melalui pengadaan armada mobil tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pengembangan fasilitas Terminal LPG Kolaka, serta peningkatan kapabilitas jasa hulu migas melalui pengadaan peralatan seperti teknologi seismik, Coiled Tubing Unit, dan Cementing Unit. Menurutnya, realisasi belanja modal yang dialokasikan perusahaan akan tetap dikelola dengan berhati-hati, serta sesuai kebutuhan dan kesiapan perusahaan. Dalam menggelontorkan belanja modal, ELSA memastikan akan tetap mempertimbangkan potensi pengembalian investasi, efisiensi, dan kontribusinya terhadap kinerja keuangan. "Melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan disiplin pengelolaan keuangan, Elnusa berkomitmen memastikan realisasi belanja modal berjalan sesuai kebutuhan dan kesiapan operasional, dengan mempertimbangkan potensi pengembalian investasi, efisiensi, serta kontribusinya terhadap pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas perseroan dalam jangka panjang," tegas Jayanty. Ia menambahkan, untuk tetap memaksimalkan pertumbuhan kinerja, di sisa tahun ini perusahaan berfokus mengoptimalkan kontribusi dari seluruh lini bisnis. Khususnya, lini bisnis jasa hulu migas terintegrasi melalui kelanjutan proyek seismik, penguatan layanan operasi dan pemeliharaan migas, penyelesaian proyek EPC strategis, serta optimalisasi bisnis distribusi dan logistik energi.
Elnusa juga terus mengembangkan solusi berbasis teknologi dan inovasi, termasuk implementasi CEOR, teknologi seismik, serta layanan digital dan solusi
artificial intelligence (AI) Enerva, guna meningkatkan efisiensi operasional dan membuka peluang pertumbuhan bisnis baru. "Di sisi lain, penguatan sinergi dalam ekosistem Pertamina Group, perluasan pasar
non-captive, serta pengelolaan investasi yang selektif menjadi prioritas untuk mendorong pertumbuhan yang berkualitas," kata Jayanty. Dengan pertumbuhan kinerja yang diraih hingga September 2026, Elnusa optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat, meningkatkan profitabilitas, serta memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan energi nasional. "Elnusa optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun 2026, didukung oleh keberlanjutan aktivitas operasional, optimalisasi portofolio bisnis, serta kontribusi dari berbagai proyek yang berjalan," ungkapnya.
Baca Juga: Hadapi Era Komputasi Kuantum, Peruri dan Telkom Siapkan Teknologi Keamanan Data Dari sisi
top line maupun
bottom line, lanjutnya, perusahaan akan terus berfokus pada pertumbuhan pendapatan, pengelolaan biaya yang efektif, serta peningkatan efisiensi operasional. Namun demikian, perusahaan tak mengungkap target pertumbuhan kinerja sepanjang 2026. "Capaian kinerja hingga akhir tahun tetap akan dipengaruhi oleh dinamika industri jasa energi dan realisasi aktivitas usaha pada sisa tahun berjalan," imbuh Jayanty. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News