JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA) berencana menggelar ekspansi pada tahun ini. Anak usaha PT Pertamina ini bakal memperkuat bisnisnya di sektor hulu (upstream) minyak bumi. Demi memuluskan rencana tersebut, Elnusa mematok anggaran belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar US$ 70 Juta. Vice President Corporate Secretary ELSA Heru Samodra mengatakan, sebanyak 30% hingga 40% total kebutuhan belanja modal tersebut akan ditutup dari kas internal. "Sisanya dari eksternal," katanya kepada KONTAN. Artinya, emiten berkode saham ELSA ini masih harus mencari pendanaan sekitar US$ 42 juta-US$ 49 juta. Menurut Heru, ada dua opsi pendanaan yang tengah dipertimbangkan, yaitu pinjaman perbankan atau penerbitan obligasi. Hingga kini ELS belum memutuskan opsi yang akan dipilih. "Semua pendanaan harus mempertimbangkan situasi dan kondisi pasar," imbuhnya.Nantinya, sebesar US$ 55 juta dari anggaran belanja modal itu akan dipakai untuk investasi baru di sektor jasa hulu. Ini meliputi integrated geosaince, drilling, dan oilfield service. Tujuannya adalah meningkatkan kompetensi ELSA pada bidang marine seismic. Maklum, bisnis ini sangat menggiurkan.
Elnusa Jajaki Opsi Pendanaan US$ 49 Juta
JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA) berencana menggelar ekspansi pada tahun ini. Anak usaha PT Pertamina ini bakal memperkuat bisnisnya di sektor hulu (upstream) minyak bumi. Demi memuluskan rencana tersebut, Elnusa mematok anggaran belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar US$ 70 Juta. Vice President Corporate Secretary ELSA Heru Samodra mengatakan, sebanyak 30% hingga 40% total kebutuhan belanja modal tersebut akan ditutup dari kas internal. "Sisanya dari eksternal," katanya kepada KONTAN. Artinya, emiten berkode saham ELSA ini masih harus mencari pendanaan sekitar US$ 42 juta-US$ 49 juta. Menurut Heru, ada dua opsi pendanaan yang tengah dipertimbangkan, yaitu pinjaman perbankan atau penerbitan obligasi. Hingga kini ELS belum memutuskan opsi yang akan dipilih. "Semua pendanaan harus mempertimbangkan situasi dan kondisi pasar," imbuhnya.Nantinya, sebesar US$ 55 juta dari anggaran belanja modal itu akan dipakai untuk investasi baru di sektor jasa hulu. Ini meliputi integrated geosaince, drilling, dan oilfield service. Tujuannya adalah meningkatkan kompetensi ELSA pada bidang marine seismic. Maklum, bisnis ini sangat menggiurkan.