KONTAN.CO.ID - JAKARA. PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (
ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Peresmian fasilitas ini dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) sebagai bagian dari penguatan praktik ESG dan pengembangan ekosistem energi rendah karbon di lingkungan Pertamina Group.
Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) Memacu Utilisasi Hingga 95% di tengah Lonjakan Kapasitas Produksi Keterlibatan Elnusa Petrofin merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas portofolio
low carbon business serta memperkuat posisi sebagai penyedia jasa energi terintegrasi yang adaptif terhadap transisi energi. Langkah ini juga selaras dengan roadmap Net Zero Emission (NZE) 2060 dan upaya menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui diversifikasi bisnis berbasis dekarbonisasi. Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono mengatakan, Green Terminal menjadi bagian dari pengembangan ekosistem green energy dan implementasi roadmap NZE 2060 Pertamina. “Inisiatif ini sekaligus sebagai upaya memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi tuntutan global terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab,” ujarnya melalui keterangan resmi Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Agung Podomoro Gaspol Tahap II Kota Kertabumi, Unit Avisha Jadi Andalan Terminal Strategis Penopang 40% Kebutuhan LPG Terminal LPG Tanjung Sekong dipilih sebagai proyek percontohan karena perannya yang strategis dalam infrastruktur energi nasional. Terminal ini berkontribusi sekitar 35–40% terhadap kebutuhan LPG nasional, memiliki kapasitas penyimpanan 98.000 metrik ton, serta dermaga berkapasitas hingga 65.000 DWT. Program Green Terminal sendiri dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan berbasis delapan pilar keberlanjutan, meliputi sistem manajemen lingkungan, infrastruktur berstandar internasional, digitalisasi operasional, teknologi ramah lingkungan, ekonomi sirkuler, pengendalian kualitas lingkungan, perlindungan biodiversitas, serta penguatan kapasitas SDM. Implementasi standar tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing aset energi nasional di tengah pasar global yang semakin ESG-driven.
Baca Juga: Bos Agrinas Klaim Impor 105.000 Pikap dari India Hemat Rp 46,5 Triliun Distribusi Green Hydrogen Dalam proyek ini, Elnusa Petrofin berperan sebagai mitra logistik dalam rantai nilai green energy Pertamina. Perusahaan mendukung distribusi Green Hydrogen yang diproduksi oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dari panas bumi Ulubelu. Green Hydrogen tersebut dimanfaatkan untuk mendukung operasional pembangkit listrik rendah karbon milik PT Pertamina Energy Terminal (PET) di Tanjung Sekong, mencerminkan sinergi hulu–hilir dalam ekosistem energi bersih Pertamina. Pemanfaatan pembangkit listrik berbasis Green Hydrogen ini ditargetkan mampu memenuhi hingga 25% kebutuhan listrik operasional terminal serta menurunkan emisi tidak langsung (Scope 2).
Baca Juga: Perintis Triniti Properti (TRIN) Incar Marketing Sales Rp 1,82 Triliun pada 2026 Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan menegaskan, dukungan terhadap Green Terminal merupakan bagian dari transformasi bisnis menuju layanan logistik energi yang lebih berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas entitas Pertamina Group, implementasi Green Terminal Tanjung Sekong diharapkan menjadi model infrastruktur energi rendah karbon yang tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga memperkuat value creation Elnusa dalam era transisi energi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News