Elon Musk Ajukan IPO SpaceX Secara Rahasia, Nilainya Bisa Pecahkan Rekor Dunia



KONTAN.CO.ID - Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, disebut telah mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) secara rahasia di Amerika Serikat. Informasi ini disampaikan oleh dua sumber yang mengetahui proses tersebut kepada Reuters pada Rabu (waktu setempat).

Langkah ini membuka peluang bagi SpaceX untuk mencatatkan salah satu IPO terbesar dalam sejarah pasar saham global, bahkan berpotensi menjadi yang terbesar sepanjang masa.

SpaceX dikenal sebagai perusahaan yang meluncurkan roket ke luar angkasa lebih banyak dibanding perusahaan lain. Selain itu, SpaceX menawarkan peluang investasi besar bagi publik dalam proyek ambisius seperti misi kembali ke bulan hingga rencana kolonisasi Mars.


Perusahaan juga disebut memiliki rencana membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) di orbit, sembari mengoperasikan bisnis satelit Starlink yang menjadi sumber pendapatan utama. Layanan internet satelit ini semakin luas digunakan di berbagai wilayah dunia dan bahkan mulai dimanfaatkan dalam kebutuhan militer.

SpaceX juga dipimpin Elon Musk, orang terkaya di dunia, yang dikenal sebagai sosok kontroversial namun sukses membesarkan Tesla menjadi produsen otomotif paling bernilai di dunia.

Valuasi SpaceX Bisa Tembus US$ 1,75 Triliun

Reuters menyebut, rencana IPO SpaceX ini muncul setelah perusahaan tersebut melakukan merger dengan startup AI milik Musk, xAI. Dalam kesepakatan itu, SpaceX dikabarkan dinilai sebesar US$ 1 triliun, sementara xAI yang mengembangkan chatbot Grok bernilai sekitar US$ 250 miliar.

Jika IPO berjalan, valuasi SpaceX secara keseluruhan bisa mencapai lebih dari US$ 1,75 triliun.

Baca Juga: Gejolak NATO: Trump Marah Besar, Kunjungan Sekjen NATO Jadi Penentu Nasib Aliansi

SpaceX juga dijadwalkan menggelar analyst day pada 21 April untuk mengundang analis riset hadir secara langsung. Selain itu, perusahaan menawarkan kunjungan opsional ke lokasi pusat data xAI bernama “Macrohard” di Memphis, Tennessee pada 23 April.

Sesi virtual khusus untuk membahas model keuangan dengan analis bank juga direncanakan berlangsung pada 4 Mei.

Namun, menentukan valuasi konglomerasi bisnis Musk bukan perkara mudah.

“Investor bisa memakai analisis sum-of-the-parts, tetapi seperti Tesla, valuasi SpaceX bisa sangat fluktuatif tergantung seberapa besar publik percaya pada visi Musk,” kata Angelo Bochanis, analis dari Renaissance Capital.

Ia menambahkan, sejauh ini investor terlihat sangat antusias mendapatkan eksposur ke SpaceX.

Starlink Jadi Kunci Valuasi Tinggi

Chief market strategist Futurum Equities, Shay Boloor, menyebut valuasi SpaceX yang sangat besar terutama ditopang oleh bisnis Starlink.

“Starlink adalah satu-satunya alasan valuasi ini masih masuk akal,” ujar Boloor.

Ia menilai Starlink menjadi mesin pendapatan berulang (recurring revenue) dengan sekitar 9 juta pelanggan, kontrak pertahanan, serta jaringan data milik sendiri.

Hingga kini, SpaceX belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun ke US$101,9 Rabu (1/4), Masih Waspadai Krisis Timur Tengah