Elon Musk Bakal ke Kunjungi India Bahas Bangun Pabrik Tesla dan Starlink



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Chief Executive Officer Tesla Inc. Elon Musk akan mengunjungi India dan bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi dalam waktu dekat. Pertemuan ini memicu spekulasi mengenai investasi perusahaan AS di negara Asia Selatan tersebut menjelang dimulainya pemilu nasional.

Economic Times melaporkan, Musk akan mengunjungi India di bulan ini, setelah postingannya di X Wednesday, sebuah platform media sosial miliknya. Economic Times seperti dikutip Bloomberg, Tesla kemungkinan besar mengumumkan rencana investasinya untuk negara tersebut, termasuk mendirikan fasilitas manufaktur.

Kunjungan ini dilakukan ketika Modi sedang berupaya mendapatkan masa jabatan ketiga dalam pemilu yang dimulai akhir bulan ini. Modi juga tengah meningkatkan klaim atas keberhasilan pemerintahnya dalam menarik modal global di berbagai industri. Modi telah berhasil menarik investasi asing mulai dari energi hingga teknologi dan transportasi untuk membantu menciptakan lapangan kerja bagi jutaan generasi mudanya. 


Baca Juga: Starlink Mencolek Peta Bisnis Internet

Topik lain yang kemungkinan dibahas Musk selama pertemuannya dengan Modi adalah Starlink, bisnis satelit yang dimiliki oleh SpaceX milik Musk. Starlink dapat diberikan persetujuan bersyarat oleh pemerintah India untuk lisensi komunikasi satelit. Syaratnya Starlink tidak akan memberi informasi data ke luar negeri dan tidak akan membagikan rincian tertentu kepada AS seperti mesin yang digunakan di India.

Starlink mungkin juga diminta untuk bermitra dengan perusahaan India. Starlink menyediakan layanan internet berbasis luar angkasa kepada lebih dari 2,6 juta pelanggan.

Rohan Patel, yang mengawasi pengembangan bisnis Tesla, mengatakan dalam sebuah postingan di X bahwa spekulasi media ada di mana-mana dan India tidak kebal terhadap hal ini.

Tesla sedang mempertimbangkan untuk mendirikan pabrik kendaraan listrik di India, negara penghasil emisi gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia yang berupaya melakukan dekarbonisasi perekonomiannya dan mencapai emisi nol pada tahun 2070.

Editor: Avanty Nurdiana