Elon Musk Buka Suara soal Peluang Merger Tesla dan SpaceX



KONTAN.CO.ID - CEO Tesla sekaligus pendiri SpaceX Elon Musk akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi yang selama ini berkembang di kalangan investor soal kemungkinan merger antara Tesla dan SpaceX.

Dalam paparan kinerja Tesla terbaru, Musk tidak membenarkan maupun membantah rencana tersebut.

Namun, ia mengakui hubungan kedua perusahaan semakin erat sehingga memicu kembali pembahasan mengenai peluang penggabungan bisnis di masa depan.


"Seperti yang bisa Anda lihat dari banyaknya kolaborasi dengan SpaceX di berbagai bidang, semakin banyak tumpang tindih di antara kedua perusahaan," kata Musk, dikutip Reuters.

Meski demikian, Musk menegaskan pembahasan mengenai merger tidak bisa dilakukan dalam forum penyampaian laporan keuangan perusahaan.

"Kami tidak bisa membicarakan penggabungan perusahaan dalam earnings call seperti ini. Semua harus dilakukan melalui proses yang semestinya," ujarnya.

Baca Juga: Zohran Mamdani Tak Bisa Tangkap Netanyahu di New York, Ini Dasar Hukumnya

Isu Merger Tesla dan SpaceX Menguat

Selama beberapa tahun terakhir, wacana merger Tesla dan SpaceX memang kerap muncul, terutama setelah SpaceX menjalankan proses penawaran saham perdana (IPO) senilai US$ 75 miliar.

Spekulasi tersebut juga didorong oleh semakin eratnya kerja sama kedua perusahaan. Tesla diketahui memasok baterai dan teknologi manufaktur untuk sejumlah proyek SpaceX.

Kedua perusahaan juga tengah mengembangkan Terafab, fasilitas manufaktur semikonduktor yang dirancang untuk memproduksi chip kecerdasan buatan (AI).

Bagi pendukung merger, penggabungan Tesla dan SpaceX dinilai dapat menyatukan bisnis kendaraan listrik, kecerdasan buatan, robotika, energi, manufaktur hingga infrastruktur antariksa dalam satu ekosistem.

Baca Juga: Emas Dunia Melemah usai Sentuh Level Tertinggi 2 Pekan, Kenaikan Minyak Tekan Prospek

Analis Ingatkan Banyak Tantangan

Managing Partner Deepwater Asset Management Gene Munster mengatakan komentarnya Musk membuat dirinya semakin yakin bahwa Tesla dan SpaceX pada akhirnya akan bergabung.

"Hari ini saya menilai peluang kedua perusahaan bergabung mencapai 90%. Kalau Anda bertanya kemarin, saya mungkin akan menjawab 80%," ujarnya dalam unggahan di media sosial.

Pandangan serupa disampaikan analis JPMorgan. Mereka menilai integrasi operasional Tesla dan SpaceX sudah berlangsung cukup dalam, mulai dari penggunaan talenta teknik, infrastruktur AI, proyek Terafab hingga kepemimpinan Elon Musk.

Sementara itu, analis Stifel menyebut banyak investor kini menganggap merger kedua perusahaan bukan lagi soal apakah akan terjadi, melainkan kapan hal itu akan terwujud.

Di sisi lain, analis mengingatkan bahwa penggabungan kedua perusahaan masih menghadapi sejumlah hambatan.

JPMorgan menilai proses merger berpotensi menghadapi tantangan regulasi di berbagai negara, termasuk China. 

Hubungan SpaceX dengan pemerintah Amerika Serikat dinilai dapat memunculkan persoalan terkait keamanan nasional.

Selain itu, struktur kepemilikan saham juga menjadi perhatian. Elon Musk menguasai hak suara yang jauh lebih besar di SpaceX dibandingkan Tesla.

Dengan demikian, proses merger diperkirakan akan memerlukan pembahasan yang lebih kompleks dengan para pemegang saham Tesla.

Baca Juga: Konflik AS-Iran Topang Dolar AS, Yen Bertahan Dekat Level Terendah 40 Tahun