Elon Musk Kehilangan Rp361 Triliun Setelah Tesla Pamer Mobil Terbang



KONTAN.CO.ID - Elon Musk mengalami penurunan kekayaan terbesar di dunia setelah kekayaannya berkurang sekitar US$20 miliar atau setara Rp361 triliun.

Lenyapnya harta orang terkaya di dunia tersebut terjadi setelah saham Tesla dan SpaceX melemah. Kondisi ini muncul tidak lama setelah Musk memamerkan Tesla Roadster terbaru yang disebutnya sebagai mobil terbang.

Berdasarkan data Forbes per 17 Oktober 2026, kekayaan Musk turun 2,11% dari hari sebelumnya menjadi sekitar US$925 miliar atau sekitar Rp16.696 triliun.


Baca Juga: Inilah Penyebab Demo yang Berujung Rusuh & Pembakaran Di Paris & Kota Besar Prancis

Kekayaan Elon Musk Turun US$20 Miliar

Penurunan kekayaan Musk terutama berkaitan dengan pelemahan nilai saham perusahaan yang menjadi sumber utama kekayaannya.

Saham Tesla turun 1,3% pada perdagangan Kamis waktu Amerika Serikat. Dalam lima hari terakhir, saham produsen mobil listrik tersebut telah melemah 4,9%.

Jika dihitung sejak awal 2026, saham Tesla telah turun sekitar 17%.

SpaceX juga mengalami tekanan. Saham perusahaan antariksa tersebut turun 2,3% dan telah terkoreksi hampir 8% sepanjang tahun berjalan.

Karena sebagian besar kekayaan Musk terkait dengan kepemilikannya di perusahaan-perusahaan tersebut, penurunan harga saham secara langsung ikut menekan nilai kekayaannya.

Baca Juga: Jelang Pemilu Israel, Trump Beri Dukungan Penuh kepada Netanyahu

Elon Musk Pamerkan Tesla Roadster

Penurunan kekayaan Musk terjadi menjelang Tesla memperkenalkan Roadster terbaru yang disebut sebagai mobil terbang.

Tesla mengklaim Roadster mampu berakselerasi dari 0 hingga 60 mil per jam atau sekitar 96 kilometer per jam dalam waktu kurang dari satu detik.

Mobil tersebut rencananya mulai diproduksi secara massal pada 2028.

Menurut laporan CNN, Roadster menggunakan 10 nosel serta tangki udara bertekanan sangat tinggi yang berfungsi memberikan dorongan ketika mobil berada di udara sekaligus membantu akselerasi saat berada di permukaan jalan.

Musk menyebut teknologi tersebut sebagai hasil kolaborasi antara perusahaan mobil dan perusahaan roket terbaik di dunia, merujuk pada Tesla dan SpaceX.

Tesla sebelumnya memperkenalkan Roadster generasi pertama pada 2008 dan menjualnya hingga 2012. Mobil tersebut menggunakan sasis Lotus Elise dan menjadi kendaraan listrik pertama yang diproduksi Tesla.

Roadster terbaru diharapkan kembali menjadi mobil yang menunjukkan kemampuan teknologi Tesla.

Baca Juga: Melunak, Donald Trump Batalkan Sanksi dan Tarif Dagang yang Terkait Rusia