Elon Musk Nonton Final Piala Dunia Bareng Mantu Donald Trump Jared Kushner, Ada Apa?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manusia terkaya kedua di dunia Elon Musk terciduk sedang nonton final Piala Dunia 2022 bersama Jared Kushner menantu Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Stadion Lusail, Kota Lusail Qatar Minggu (18/12). 

Elon Musk yang menurut catatan Forbes memiliki kekayaan US$ 169 miliar terlihat menyaksikan pertandingan piala Dunia 2022 antara Argentina vs Prancis berdampingan dengan mantan penasihat kepresidenan AS 

untuk menyaksikan final Piala Dunia yang sangat dinantikan antara juara bertahan Prancis dan Argentina.


Elon Musk yang kini menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Twitter, yang menghadiri final bersama mantan penasihat presiden AS dan menantu Donald Trump, Jared Kushner.

Baca Juga: Lebih dari 6 Juta Pengguna Twitter Ingin Elon Musk Berhenti Jadi CEO

Elon Musk juga rajin memposting video dari tribun beberapa saat sebelum kick-off yang menunjukkan tampilan kembang api yang mengesankan setelah upacara penutupan.

Pengguna Twitter pun ramai-ramai menyebut Musk telah mengungkapkan keberadaannya sendiri, hanya beberapa hari setelah dia menuding para jurnalis telah melakukan doxxing dirinya karena mengungkap keberadaannya di berbagai tempat.

Bahkan seperti kita tahu, Pemilik Twitter ini pada hari Kamis pekan lalu telah melarang jurnalis dari CNN, Washington Post, New York Times dan yang lainnya untuk meliput aktivitas dirinya. 

Pendiri Tesla ini juga telah melaporkan keputusannya untuk memblokir akun yang sering mencatat penggunaan jet pribadinya - meskipun akun tersebut telah dipulihkan lagi pada Jumat malam setelah mendapatkan berbagai protes dari pengguna akun media sosial tersebut.

Sebelumnya Elon Musk bilang, para jurnalis menipu dia dengan mengungkapkan informasi pribadinya. Di sisi lain para jurnalis bersikeras bahwa mereka tidak mempublikasikan alamat atau lokasi keberadaan Elon Musk.

Baca Juga: Elon Musk Bukan Lagi Orang Terkaya Dunia, Ini Penggantinya

Beberapa pengguna Twitter malah menyindir bahwa Elon Musk melakukan 'self-doxxing', dan mempertanyakan mengapa dia memutuskan untuk menangguhkan akun para jurnalis karena mengungkapkan informasi pribadinya. Padahal Elon Musk sendiri yang beberapa hari kemudian mengumumkan keberadaannya.

Pengguna Twitter mempertanyakan apakah hal ini disebut doxxing berkelanjutan dalam waktu nyata?' Sementara pengguna yang lain menyela bawah Elon Musk harus menangguhkan diri sendiri karena mengungkapkan lokasi dirinya sendiri.

Meskipun debat mengenai doxxing ini terus berlanjut dengan dalih bahwa setiap individu memiliki hak untuk membagikan lokasinya sendiri di media sosial.

Mengenai keberadaan Elon Musk bersama Jared Kushner terlihat bersama selama Final Piala Dunia di Qatar pada hari Minggu, hingga kini memang tidak ada yang bisa memastikan apakah sebuah kebetulan atau memang suatu agenda pertemuan.

Baca Juga: Investor Tesla Merasa Ditinggal Elon Musk Setelah Nilai Perusahaan Turun US$ 700 M

CEO Twitter baru dan mantan penasihat Gedung Putih Trump terlihat duduk bersebelahan di Final Piala Dunia 2022 di Kota Lusail, Qatar antara Prancis dan Argentina. 

Pada hari itu Elon Musk melakukan beberapa tweet langsung selama pertandingan Argentina Vs Prancis. Elon Musk juga  secara teratur memposting ketika salah satu tim mencetak gol. 

Elon Musk mengatakan di Twitter bahwa pengguna memposting "24.000 tweet per detik" ketika Prancis mencetak gol ketiganya. Yang dia klaim sebagai "jumlah" tertinggi "yang pernah ada untuk Piala Dunia".

Seperti kita tahu Twitter telah mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka sekarang akan melarang "promosi gratis platform media sosial tertentu" di aplikasi tersebut. 

Baca Juga: Twitter Tangguhkan Akun Beberapa Jurnalis, Elon Musk Ungkap Penyebabnya

Perusahaan ini mengatakan dalam pengumumannya bahwa memposting tautan atau nama pengguna ke Facebook, Instagram, Mastodon, Truth Social, Tribel, Nostr, dan Post sekarang dibatasi.

Elon Musk tampaknya secara tidak langsung menjawab pertanyaan seorang pengguna twitter, Dorsey dalam balasan ke satu pengguna pada Minggu sore, lapor Jordan Hart dari Insider Business.

"Anda bebas berbicara, tetapi Anda harus membayar untuk beriklan. Kedengarannya masuk akal bagi saya," tulis pengguna tersebut.

Lalu Musk menjawab: "Tepat."

Editor: Syamsul Azhar