Elon Musk Raih Penghargaan Tertinggi Ukraina, Starlink Jadi Andalan Perang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menganugerahkan salah satu penghargaan kenegaraan tertinggi Ukraina kepada Elon Musk, pemilik SpaceX. Penghargaan tersebut diberikan ketika Kyiv berupaya memperluas penggunaan terminal Starlink untuk mendukung komunikasi pasukan Ukraina di medan perang.

Berdasarkan dekret presiden yang dipublikasikan di situs resmi kepresidenan Ukraina pada Rabu (26/8), Musk dianugerahi Order of Freedom atau Ordo Kebebasan.

Dalam dekret tersebut, Musk dipuji "atas kontribusi pribadi yang luar biasa dalam melindungi kehidupan dan kebebasan manusia, serta mengembangkan hubungan antara masyarakat Ukraina dan Amerika Serikat."


Layanan internet satelit Starlink milik SpaceX mulai diaktifkan di Ukraina oleh Musk tidak lama setelah Rusia melancarkan invasi skala penuh pada 2022.

Sejak saat itu, Starlink berkembang menjadi salah satu penopang utama komunikasi militer Ukraina di medan perang. Layanan tersebut juga digunakan untuk mendukung pengoperasian drone.

Baca Juga: Iran dan Oman Bahas Koridor Sementara di Selat Hormuz, Jalur Energi Global

Starlink Jadi Bagian Penting Komunikasi Ukraina

Peran Starlink dalam perang Rusia-Ukraina semakin strategis karena jaringan komunikasi konvensional di sejumlah wilayah terdampak konflik.

Tahun ini, Musk menyetujui untuk mematikan ribuan terminal Starlink "pasar abu-abu" milik Rusia yang digunakan di Ukraina. Langkah tersebut menimbulkan masalah bagi pasukan Rusia.

Keputusan itu dilakukan atas permintaan mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov sebelum dirinya diberhentikan dari jabatan tersebut pada Juli lalu.

Kini, Ukraina meminta agar layanan Starlink juga dapat digunakan di wilayah Rusia. Kyiv ingin memanfaatkan koneksi tersebut untuk menyerang sejumlah target, termasuk peluncur rudal balistik yang digunakan Rusia dan disebut telah menyebabkan kehancuran di sejumlah kota Ukraina.

Zelenskiy Sebut Ada Perubahan Sikap Musk

Zelenskiy sebelumnya mengatakan dirinya mendapat informasi bahwa Musk menentang penggunaan Starlink di wilayah Rusia karena menilai langkah tersebut dapat menjadi "eskalasi besar" dalam perang.

Namun, menurut Zelenskiy, posisi tersebut mulai menunjukkan perubahan.

Baca Juga: Aramco Tawarkan Lebih Banyak Minyak di Luar Selat Hormuz, China Jadi Tujuan

Ia mengatakan Ukraina "mulai menerima tanggapan yang berbeda dan lebih menggembirakan."

Zelenskiy juga menilai penggunaan Starlink di wilayah Rusia berpotensi mengurangi kemampuan yang selama ini diandalkan Moskow untuk memperpanjang konflik.

"Menggunakan Starlink di wilayah Rusia dapat mengurangi kemampuan yang diandalkan Rusia untuk memperpanjang perang," kata Zelenskiy.

Penghargaan kepada Musk sekaligus menegaskan pentingnya Starlink bagi Ukraina selama perang berlangsung. Teknologi komunikasi satelit tersebut tidak hanya membantu menjaga konektivitas di tengah serangan, tetapi juga menjadi bagian dari infrastruktur yang mendukung operasi militer Ukraina.

Dengan permintaan Kyiv untuk memperluas cakupan Starlink ke wilayah Rusia, posisi SpaceX dalam dinamika teknologi dan komunikasi perang Rusia-Ukraina berpotensi semakin strategis sekaligus sensitif secara geopolitik.