KONTAN.CO.ID - Elon Musk kembali mengguncang pakem Wall Street dalam rencana penawaran umum perdana saham (IPO) perusahaan antariksa miliknya, SpaceX. Miliarder ini dikabarkan tengah mendiskusikan alokasi saham yang sangat besar bagi investor individu atau ritel, sebuah langkah yang jarang terjadi dalam sejarah pasar modal global. Melansir laporan
Reuters pada Jumat (27/3), Musk berencana mengalokasikan hingga 30% dari total saham IPO SpaceX untuk investor ritel.
Baca Juga: CEO Freeport LNG Michael Smith: Perang Iran Bisa Gagalkan Proyek Gas Baru di AS Angka ini setidaknya tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan porsi ritel pada umumnya yang biasanya hanya berkisar 5%-10%. Strategi ini sengaja diambil untuk memanfaatkan basis penggemar setia dan pendukung fanatik Musk guna menjaga stabilitas harga saham pasca melantai di bursa.
Detail Struktur IPO SpaceX
Rencana besar ini disampaikan langsung oleh Chief Financial Officer SpaceX, Bret Johnsen, kepada pihak Wall Street. Struktur ini menandai pergeseran dari standar baku yang selama ini dijalankan oleh perbankan investasi di New York. Musk tampaknya sangat bertekad untuk membentuk sendiri komposisi kepemilikan saham SpaceX dan mengendalikan cara saham tersebut diperdagangkan di pasar sekunder. Dalam proses ini, SpaceX menerapkan pendekatan yang sangat spesifik dalam memilih perbankan yang terlibat. Alih-alih membiarkan bank berkompetisi secara luas untuk mendapatkan investor, SpaceX memberikan peran yang sangat terbatas berdasarkan hubungan personal dan rekam jejak masa lalu. Berikut adalah pembagian peran perbankan yang telah ditunjuk oleh Musk:
- Bank of America: Fokus pada distribusi ritel domestik di Amerika Serikat (AS), terutama bagi individu dengan kekayaan bersih tinggi (high-net-worth individuals) dan family offices.
- Morgan Stanley: Menangani investor ritel skala kecil melalui platform E*Trade.
- UBS: Bertugas memasarkan saham kepada investor kaya di pasar internasional.
- Citi: Mengoordinasikan distribusi ritel dan institusi internasional, bekerja sama dengan bank regional.
- Bank Regional: Mizuho (Jepang), Barclays (Inggris), Deutsche Bank (Jerman), dan Royal Bank of Canada (Kanada).
Baca Juga: Meta dan Google Kalah di Pengadilan AS, Mark Zuckerberg Beri Kesaksian Valuasi Fantastis Menembus US$1,75 Triliun
Langkah SpaceX ini dilakukan seiring dengan persiapan perusahaan untuk memulai debut di pasar saham dengan valuasi yang diperkirakan mencapai US $1,75 triliun. Jika dikonversi dengan kurs hari ini sebesar Rp16.948 per US$, maka nilai perusahaan tersebut menembus angka Rp29.659 kuadriliun. Besarnya minat investor ritel diprediksi akan sangat kuat, setara dengan euforia saat Google melantai di bursa dua dekade silam. Banyak investor yang telah mengikuti perkembangan SpaceX selama bertahun-tahun di pasar privat merasa bahwa ini adalah momen sekali seumur hidup untuk masuk ke perusahaan yang mendominasi industri peluncuran roket tersebut. Keyakinan investor didorong oleh rekam jejak Musk yang berhasil mengubah industri melalui taruhan besar. Contoh nyata adalah Tesla yang bertransformasi dari pemain ceruk kendaraan listrik menjadi produksi massal, serta Starlink yang kini menjadi jaringan satelit penghasil arus kas besar bagi perusahaan.
Tonton: BREAKING! Iran Ancam Tutup Jalur Laut Merah Jika AS Invasi Darat, Dunia Terancam Lumpuh Mengapa Fokus pada Ritel?
Secara historis, alokasi ritel yang besar dianggap berisiko karena adanya potensi aksi jual cepat untuk mengambil keuntungan jangka pendek atau pop-and-dump. Namun, SpaceX bertaruh bahwa para investor individu yang telah lama memantau perusahaan di pasar privat justru cenderung lebih loyal dan tidak akan terburu-buru keluar dari posisi mereka. Hingga saat ini, SpaceX belum meresmikan ukuran total penawaran maupun jadwal pasti pelaksanaan IPO tersebut.
Jika berjalan sesuai rencana, IPO SpaceX akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah, menantang rekor Saudi Aramco yang berhasil menghimpun dana sekitar US$29 miliar pada 2019. Meski demikian, sumber menyebutkan bahwa rencana ini belum final dan masih bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan kesiapan internal perusahaan. Hingga berita ini diturunkan, pihak SpaceX dan mayoritas perbankan yang terlibat menolak memberikan komentar resmi terkait detail IPO tersebut. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News