Elon Musk vs Jeff Bezos: Duel Miliarder AS Rebutan Bangun Pangkalan di Bulan
Minggu, 15 Februari 2026 04:10 WIB
Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Dua orang terkaya di dunia, Elon Musk dan Jeff Bezos, kini sedang berlomba menjelajahi antariksa. Melalui perusahaan masing-masing, yakni SpaceX dan Blue Origin, keduanya berlomba membangun infrastruktur di Bulan sebelum target pendaratan astronaut China pada 2030. Musk bahkan menyatakan ambisi lebih jauh, yaitu membangun pangkalan permanen bernama “Moonbase Alpha” hingga kota yang dapat berkembang sendiri di permukaan Bulan.
Musk dikenal sebagai pendukung utama kolonisasi Mars. Namun kini arah strategi tampak bergeser. Dalam berbagai wawancara podcast dan pertemuan internal, ia menekankan pentingnya membangun basis di Bulan terlebih dahulu. Rencana tersebut mencakup pembangunan “Moonbase Alpha” serta perangkat peluncur satelit dari permukaan Bulan. Mengutip Reuters, infrastruktur ini disebut akan mendukung jaringan komputasi berbasis AI di orbit, yang berpotensi terdiri dari hingga satu juta satelit. Menjelang rencana penawaran saham perdana (IPO) yang berpotensi menilai SpaceX lebih dari US$1 triliun, Musk tampaknya ingin memastikan investor bahwa perusahaannya tetap menjadi kekuatan dominan di industri antariksa. Baca Juga: Elon Musk vs Sam Altman: Twitwar Soal Bahaya Teknologi AI
Blue Origin juga meningkatkan fokus pada program Bulan. Perusahaan yang berbasis di Seattle itu bahkan menutup bisnis wisata luar angkasa suborbital untuk mengalihkan sumber daya ke pengembangan pendarat Blue Moon. Misi tanpa awak ke permukaan Bulan direncanakan berlangsung tahun ini sebagai langkah awal sebelum pendaratan astronaut. Baru-baru ini, pendarat tersebut dikirim ke Johnson Space Center milik NASA di Texas untuk menjalani uji termal dan vakum, yang merupakan tahap penting sebelum peluncuran. Baca Juga: Fakta Menarik Jeff Bezos: Pernah Bermimpi Jadi Bartender Profesional
Didukung NASA untuk Mengalahkan China
Baik SpaceX maupun Blue Origin mengembangkan pendarat Bulan dengan dukungan dana miliaran dolar dari NASA melalui program Artemis. Program ini menargetkan rangkaian pendaratan manusia di Bulan, dimulai dengan Starship milik SpaceX. Amerika Serikat terakhir kali mendaratkan manusia di Bulan pada 1969 melalui program Apollo. Secara total, 12 astronaut AS pernah berjalan di permukaan Bulan sebelum program tersebut berakhir pada 1972. NASA memandang kembalinya manusia ke Bulan sebagai latihan penting sebelum misi berawak ke Mars. Namun, ambisi China untuk mendaratkan manusia di bulan pada 2030 mengubah semuanya.