Elon Musk vs Sam Altman: Twitwar Soal Bahaya Teknologi AI



KONTAN.CO.ID - Adu argumen di X alias Twitter terjadi antara Elon Musk dan Sam Altman. Keduanya membela teknologi kecerdasan buatan (AI) masing-masing yang dikaitkan dengan kematian manusia.

Seperti kita tahu, Elon Musk adalah CEO Tesla yang dilengkapi teknologi Tesla Autopilot. Sementara itu, Sam Altman adalah CEO OpenAI yang mendunia berkat ChatGPT.


Menariknya, Musk dan Altman sebelumnya pernah bekerja bersama membangun OpenAI. Sekarang, keduanya berusaha saling menjatuhkan, baik soal keselamatan pengguna, tanggung jawab perusahaan teknologi, hingga moral pengembangan AI.

Baca Juga: Industri AI Ciptakan Lebih dari 50 Miliarder Baru Sepanjang 2025

Elon Musk Peringatkan Bahaya ChatGPT

Perang argumen di X, atau kerap disebut Twitwar, antara kedua figur teknologi ini sepertinya bermula ketika Elon Musk mengangkat sejumlah laporan yang mengaitkan ChatGPT dengan kasus kematian, khususnya pada pengguna dengan kondisi kesehatan mental yang rentan.

Musk bahkan secara terbuka memperingatkan publik agar menjauhkan orang-orang terdekat mereka dari chatbot buatan OpenAI tersebut.

“Jangan biarkan orang yang Anda cintai menggunakan ChatGPT,” tulis Musk saat membagikan ulang unggahan seorang influencer kripto yang membahas dampak AI terhadap kesehatan mental.

Dalam cuitan lainnya, Musk menggunakan istilah keras dengan menyebut situasi ini sebagai “diabolical” (jahat). Ia mengklaim bahwa ChatGPT telah meyakinkan seorang pria untuk melakukan pembunuhan diikuti bunuh diri.

Baca Juga: Profil Yan Junjie: Pendiri Perusahaan AI MiniMax, Jadi Miliarder di Usia 36 Tahun

Sam Altman Serang Tesla Autopilot dan Grok

Altman tidak tinggal diam. Sang pemilik ChatGPT mengalihkan sorotan ke teknologi milik Musk sendiri, terutama Tesla Autopilot.

Ia merujuk pada laporan yang menyebutkan bahwa lebih dari 50 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan sistem bantuan pengemudi Tesla tersebut.

"Saya hanya pernah sekali naik mobil yang menggunakan sistem itu, beberapa waktu lalu, dan kesan pertama saya adalah bahwa teknologi tersebut jauh dari aman untuk dirilis,” tulis Altman.

Lewat cuitan itu, Altman seolah ingin menegaskan bahwa tanggung jawab keselamatan teknologi seharusnya berlaku untuk semua perusahaan, termasuk milik Musk sendiri.

Tak hanya Tesla, Altman juga menyinggung xAI, startup AI milik Musk, serta chatbot-nya Grok, yang sempat menuai kritik karena menghasilkan gambar dan konten yang bersifat cabul serta eksplisit secara seksual.

Baca Juga: AI Bikin Kerja Makin Sedikit? CEO IWG Justru Prediksi Hal Sebaliknya

Konflik Lama yang Terbuka Kembali

Perseteruan antara Musk dan Altman di X berlangsung di tengah gugatan hukum Elon Musk terhadap OpenAI.

Dalam gugatan tersebut, Musk menuduh OpenAI telah meninggalkan misi awalnya sebagai organisasi nirlaba dan menyingkirkannya setelah ia ikut mendirikan perusahaan tersebut.

Elon Musk juga mengajukan permintaan ganti rugi dalam dokumen pengadilan terbaru. Menurut laporan Bloomberg, Musk menuntut OpenAI dan Microsoft membayar hingga US$134 miliar.

Permintaan tersebut diajukan dalam laporan pengadilan pada 16 Januari 2026, hanya sehari setelah seorang hakim federal menolak upaya terakhir OpenAI dan Microsoft untuk menghindari sidang juri yang dijadwalkan berlangsung akhir April.

Baca Juga: CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, Beberkan Perbedaan Filosofi Microsoft dan Meta

Selanjutnya: Manulife investment Management Melihat Prospek Global yang Lebih Jelas di 2026

Menarik Dibaca: Gaya Hidup Urban Bikin Jasa Bersih-Bersih Lewat Aplikasi Kian Populer

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News