KONTAN.CO.ID - JAKARTA. CEO SpaceX Elon Musk mengonfirmasi bahwa perusahaannya berhasil mencegah militer Rusia menggunakan perangkat Starlink secara ilegal di Ukraina. Langkah ini diambil setelah terungkap adanya drone Rusia yang sempat beroperasi di atas kota-kota Ukraina dengan memanfaatkan koneksi Starlink. Starlink selama ini menjadi tulang punggung komunikasi pasukan Ukraina sejak invasi Rusia. Namun, sejumlah perangkat Starlink dilaporkan jatuh ke tangan Rusia di medan perang dan digunakan tanpa izin.
SpaceX pun bergerak untuk memblokir akses tersebut.
Baca Juga: Ujian Terberat Starlink, Iran Kerahkan Teknologi Pengacau Satelit Canggih Menteri Pertahanan Digital Ukraina Mykhailo Fedorov menyatakan bahwa Kyiv bersama Starlink telah mengambil langkah awal yang berdampak cepat untuk menekan penggunaan drone Rusia. “Hasilnya terlihat dengan cepat,” tulis Fedorov di platform X. Ia mengakui bahwa Ukraina memang menemukan drone Rusia beroperasi dengan dukungan konektivitas Starlink. Pemerintah Ukraina langsung berkoordinasi dengan SpaceX untuk mencari solusi jangka panjang. Langkah lanjutan yang tengah disiapkan adalah penerapan sistem otorisasi ketat. Melalui sistem ini, hanya terminal Starlink yang terdaftar dan mendapat izin resmi yang dapat beroperasi di wilayah Ukraina. “Tujuannya memastikan tidak ada lagi penyalahgunaan,” tegas Fedorov. Menanggapi hal tersebut, Musk menyebut upaya pemblokiran yang dilakukan SpaceX sejauh ini berjalan efektif.
Baca Juga: Tiga Raksasa Dirgantara Eropa Gabungkan Bisnis Satelit untuk Lawan Dominasi Starlink “Sepertinya langkah yang kami ambil untuk menghentikan penggunaan Starlink tanpa izin oleh Rusia sudah berhasil,” tulis Musk, seraya membuka ruang evaluasi lanjutan bila masih diperlukan. Isu keamanan Starlink ini mencuat di tengah dinamika politik yang sensitif. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa putaran baru perundingan damai akan digelar pekan ini dengan melibatkan Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat.
Zelenskyy menegaskan Ukraina siap berdiskusi secara substantif, namun mengakui hambatan besar masih membayangi. Di antaranya adalah status wilayah Ukraina yang diduduki Rusia serta tuntutan Moskow atas wilayah yang belum dikuasainya. “Saya tidak percaya Rusia benar-benar ingin mengakhiri perang. Banyak bukti yang menunjukkan sebaliknya,” kata Zelenskyy, menegaskan sikap skeptis Kyiv di tengah upaya diplomasi.