KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pelayaran, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (
ELPI) siap melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) setelah memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat (26/6/2026). Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Eka Taniputra mengatakan, perolehan pernyataan efektif tersebut menjadi salah satu indikator bahwa perseroan mampu meyakinkan regulator di tengah kondisi pasar modal yang masih dipengaruhi dinamika global. “Pernyataan efektif ini sebagai salah satu indikator dan monitoring bahwa Perseroan telah berhasil memberikan keyakinan kepada regulator di tengah kinerja pasar modal pada kuartal dua tahun ini dan pengaruh global yang memberikan dampak pada Index Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia maupun Indeks Pasar Modal di negara Asia, termasuk indeks dari Morgan Stanley Capital International (MSCI),” ungkap Eka, dalam siaran pers, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi 2,97% dalam Sepekan, Ekspektasi Bunga Tinggi Kurangi Daya Tarik Dalam aksi korporasi ini, ELPI akan menerbitkan sebanyak 2.112.420.000 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 350 per saham sehingga berpotensi meraup dana hingga Rp 739,35 miliar. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung belanja modal, investasi, serta kebutuhan modal kerja. Dari total dana yang dihimpun, sebesar Rp 277,2 miliar akan dialokasikan untuk belanja modal. Dari jumlah belanja modal tersebut, Rp 205,2 miliar di antaranya digunakan untuk pengadaan dan pembangunan tiga unit kapal fast crewboat dan satu unit kapal multipurpose tug. Sementara Rp 72 miliar sisanya digunakan untuk pembelian dan pembangunan enam unit kapal guna memenuhi kontrak dengan PT Layar Nusantara Gas (LNG) yang merupakan bagian dari Genting Group.
Nilai estimasi kontrak tersebut mencapai sekitar Rp 2,39 triliun sepanjang masa operasional dengan jangka waktu charter hingga 18 tahun. Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 17.903 per Dolar AS Selasa (30/6) Siang, Ini Sentimen Pemicunya “Adalah kebanggaan sendiri bagi ELPI mengingat proyek Genting Floating Liquified Natural Gas (FLNG) berpotensi menjadi FLNG ke-9 yang beroperasi di dunia dan FLNG pertama di Indonesia dan mohon doanya seluruh kapal dapat kami realisasikan pada Semester II tahun 2027," jelas Eka. Sementara itu, Direktur Keuangan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Efilya Kusumadewi mengatakan dana sebesar Rp 190 miliar akan digunakan sebagai penyertaan modal pada perusahaan patungan yang bergerak di bidang pelayaran logistik sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha perseroan. Selanjutnya, sebesar Rp 118,3 miliar akan digunakan untuk peningkatan modal pada PT ELPI Trans Cargo guna memperkuat struktur modal perusahaan dan mendukung operasional kapal Multi Purpose Support Vessel (MPSV) Bourbon Evolution 805. Adapun, sisa dana hasil
rights issue akan digunakan oleh ELPI bersama PT Ekalya Purnamasari Offshore untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, termasuk mendukung operasional 101 kapal yang terdiri dari 83 kapal milik ELPI dan 18 kapal milik ELPIO. “Penggunaan dana tersebut mencakup biaya perbaikan dan pemeliharaan armada, pengadaan bahan bakar, pembayaran premi asuransi, sertifikasi kapal, hingga kebutuhan inventaris kapal (
consumable)," tambah Efilya. Dalam pelaksanaan PMHMETD I ini, setiap pemegang 200 saham ELPI yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada
recording date berhak memperoleh 57 HMETD. Selain itu, pemegang saham pendiri ELPI tidak akan mengambil bagian dalam aksi korporasi tersebut dan haknya akan dialihkan kepada PT GMT Kapital Asia yang nantinya akan masuk sebagai pemegang saham baru ELPI. Perseroan juga menyiapkan pembeli siaga atau
standby buyer, yakni PT Binaartha Sekuritas, yang akan mengambil bagian apabila terdapat pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam aksi korporasi ini.
Recording Date Daftar Pemegang Saham yang berhak memperoleh HMETD akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2026, sedangkan periode perdagangan HMETD akan berlangsung mulai tanggal 10 Juli 2026 hingga 16 Juli 2026.
Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo menegaskan ELPI berkomitmen menjalankan seluruh proses secara transparan dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Seluruh dana hasil
rights issue juga tidak akan digunakan untuk pembayaran utang, melainkan sepenuhnya dialokasikan untuk belanja modal dan modal kerja guna mendukung ekspansi usaha perseroan. "Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan seluruh proses PMHMETD I secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (
Good Corporate Governance), sehingga seluruh pemangku kepentingan memperoleh informasi yang lengkap, akurat, dan tepat waktu,” tutup Wawan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News