Emas Anjlok 2%, Yield Obligasi AS Naik Usai Iran Serang Kapal di Selat Hormuz



KONTAN.CO.ID - Harga emas turun 2% pada Senin, seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong penguatan dolar AS serta memperkuat kekhawatiran inflasi, sehingga ekspektasi suku bunga tinggi tetap bertahan.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 2% menjadi US$ 4.523,23 per ons pada pukul 14.05 waktu setempat (1805 GMT).

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup turun 2,4% menjadi US$ 4.533,30.


“Kabar terbaru jelas tidak memberi keyakinan pasar bahwa situasi akan baik-baik saja, dan kembali memunculkan bayang-bayang masalah inflasi, bersamaan dengan sinyal yang cukup hawkish mengenai suku bunga,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities.

Iran menyerang beberapa kapal di Selat Hormuz dan membakar sebuah pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab, setelah upaya Presiden Donald Trump menggunakan Angkatan Laut AS untuk membuka jalur pelayaran memicu eskalasi terbesar sejak gencatan senjata diumumkan empat pekan lalu.

Dolar AS menguat, sementara harga minyak Brent melonjak lebih dari 5%. Penguatan dolar membuat komoditas berbasis dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Setelah Sentuh Tertinggi 4 Tahun, Pasar Cemaskan Hal Ini

Selain dolar yang menguat, tekanan juga datang dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) yang membuat daya tarik emas menurun.

Imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun naik 7 basis poin menjadi 4,448%, dan berada di jalur kenaikan harian terbesar sejak 26 Maret. Yield obligasi AS tenor 30 tahun juga naik 5,9 basis poin menjadi 5,025%, setelah sempat menyentuh 5,036%, level tertinggi sejak 17 Juli.

Sementara itu, yield obligasi AS tenor 2 tahun yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan The Fed melonjak 8,1 basis poin menjadi 3,969%.

Tabel 2. Pergerakan Yield Obligasi Pemerintah AS (US Treasury) (4 Mei 2026)

Tenor US Treasury Yield Terakhir Perubahan
2 tahun 3,969% +8,1 bps
10 tahun 4,448% +7 bps
30 tahun 5,025% +5,9 bps
Sumber: Reuters

Kenaikan yield ini dipicu lonjakan harga minyak setelah Iran menyerang kapal di Selat Hormuz dan membakar pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab (UEA), yang memicu kekhawatiran inflasi kembali meningkat.

Sementara itu, kekhawatiran inflasi semakin memperkuat keyakinan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam waktu lebih lama.

Barclays bergabung dengan sejumlah broker lain yang kini memperkirakan tidak ada pelonggaran kebijakan moneter dari Federal Reserve pada tahun ini. Pekan lalu, The Fed mempertahankan suku bunga dalam keputusan yang paling terpecah sejak 1992, di tengah kekhawatiran meningkatnya harga energi yang dapat merambat ke perekonomian.

Baca Juga: Emas Menguat Setelah Jatuh ke Level Terendah Sebulan, Pasar Mulai Balik Arah?

Data penting yang dinanti pekan ini antara lain lowongan kerja AS, laporan tenaga kerja ADP, serta laporan payroll April.

Meski emas sering menjadi lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, logam mulia ini biasanya kurang diminati dalam kondisi suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

“Saya melihat level support kuat untuk emas berada di sekitar US$ 4.200. Saya pikir ada isu-isu lebih luas di akhir tahun yang bisa menopang harga. Namun ketidakpastian dan potensi kenaikan suku bunga bisa mendorong sebagian trader keluar dari posisi dalam waktu dekat,” kata Melek.

Harga perak spot turun 3,2% menjadi US$ 72,95, platinum turun 1,7% menjadi US$ 1.955,95, dan palladium turun 2,9% menjadi US$ 1.481,00.

Tabel 1. Pergerakan Harga Emas (4 Mei 2026)

Komoditas Harga Terakhir Perubahan
Emas spot US$ 4.523,23 per ons -2,0%
Emas berjangka AS US$ 4.533,30 per ons -2,4%
Perak spot US$ 72,95 per ons -3,2%
Platinum spot US$ 1.955,95 per ons -1,7%
Palladium spot US$ 1.481,00 per ons -2,9%
Sumber: Reuters

Harga emas antam

Di dalam negeri, pergerakan emas dunia turut tercermin pada harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), meski penurunannya relatif terbatas.

Berdasarkan laman Logam Mulia, harga emas Antam pada Selasa (4/5) turun tipis dibanding hari sebelumnya. Harga emas Antam ukuran 1 gram turun Rp 1.000 dari Rp 2.796.000 menjadi Rp 2.795.000.

Sementara itu, harga emas Antam ukuran 10 gram turun dari Rp 27.455.000 menjadi Rp 27.445.000, dan ukuran 100 gram turun dari Rp 273.812.000 menjadi Rp 273.712.000.

Tonton: Harga Emas Antam Kembali Terkikis Hari ini (4 Mei 2026)

Penurunan harga emas Antam ini terjadi seiring tekanan di pasar global, di mana harga emas spot jatuh 2% akibat penguatan dolar AS dan kenaikan yield obligasi pemerintah AS setelah eskalasi konflik Iran di Selat Hormuz.

Tabel Harga Emas Antam 4 Mei 2026

Ukuran Harga 4/5 (Rp) Harga 3/5 (Rp) Perubahan
0,5 gram 1.447.500 1.448.000 -0,03%
1 gram 2.795.000 2.796.000 -0,04%
10 gram 27.445.000 27.455.000 -0,04%
100 gram 273.712.000 273.812.000 -0,04%
1.000 gram 2.735.600.000 2.736.600.000 -0,04%
Sumber: Logam Mulia Antam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News